Blunder Konyol Jual Kursi Kedokteran Rp 650 Juta, Rektor Unsoed Resmi Pakai Rompi Oranye KPK!

- Advertisement -

JAKARTA – Dunia pendidikan tinggi Tanah Air lagi-lagi tercoreng blunder fatal. Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, dan Wakil Rektor III, Norman Arie Prayogo, resmi menyandang status tersangka KPK.

Kasusnya bikin geleng-geleng kepala. Keduanya diduga kuat main mata dalam pusaran pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru (maba) jalur mandiri.

Bukan rahasia lagi kalau menembus Fakultas Kedokteran itu susahnya minta ampun. Namun, Sodiq dan Norman malah melihat situasi ini sebagai ‘lahan basah’ untuk memperkaya diri.

KPK membongkar fakta bahwa duo petinggi kampus ini mematok ‘tiket tol’ sebesar Rp 650 juta untuk satu kursi maba kedokteran jalur masuk mandiri.

Lewat dua perantara swasta, Dian Mulia Wardhana (DMW) dan Adhi Wiharto (AW), operasi senyap ini dijalankan pada Agustus 2026. Tapi, skenario busuk mereka justru berantakan total di tengah jalan!

Lucunya, meski orang tua maba sudah setor ratusan juta, kursi kedokteran yang dijanjikan ternyata bodong. Anak-anak mereka tetap gagal lolos seleksi. Jelas saja para orang tua ngamuk berjemaah dan menuntut uangnya di- refund.

Petaka makin menjadi buat sang rektor dan anak buahnya. Duit Rp 650 juta itu ternyata sudah ludes dipakai foya-foya oleh kedua perantara untuk keperluan pribadi.

- Advertisement -

Kena mental ditagih sana-sini, Norman akhirnya panik. Sang Warek sampai nekat mengemis pinjaman uang ke keponakan Sodiq bernama Mulyono, demi nombokin duit yang telanjur raib. Sebuah blunder konyol tingkat dewa yang berujung pemakaian rompi oranye!

Kekacauan di pucuk pimpinan Unsoed ini langsung direspons cepat oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto. Brian enggan membiarkan roda akademik kampus ikut nyungsep.

Ia langsung menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Rektor dari internal Unsoed agar proses perkuliahan tak terganggu dan mahasiswa tidak jadi korban.

“Intinya pelayanan terhadap seluruh civitas akademika, mahasiswa maupun dosen-dosen jangan sampai terganggu. Itu concern kita yang pertama,” tegas Brian di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Sementara itu, Wamen Diktisaintek Stella Christie menyoroti bobroknya sistem pengawasan jalur mandiri yang gampang disusupi ‘pemain’.

Stella menegaskan kementeriannya bakal mengusut tuntas akar masalah ini. Ia menolak kementerian cuma ngasih ‘solusi tambalan’ atas skandal yang bikin malu dunia akademik tersebut.

“Kita harus berani mengambil solusi yang sistematis, bukan hanya solusi tambalan,” cetus Stella dengan tajam.

Saat ini, tim evaluasi khusus proses penerimaan mandiri sudah dibentuk oleh kementerian. Publik kini menanti, akankah bersih-bersih ini sukses memberantas mafia kampus, atau sekadar jadi cerita numpang lewat?

- Advertisement -

Pimpin Rakor Penanggulangan TBC, Sekda Tebing Tinggi Minta Aksi Nyata: “Jangan Ada P...

Pemerintah Kota Tebing Tinggi mencatat terdapat 137 kasus positif dan 808 terduga TBC. Pengentasan wabah ini ditekankan sebagai tanggung jawab lintas sektoral, bukan hanya Dinas Kesehatan semata.

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

#2

#3

#4