Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Kursi Gubernur Bank Indonesia

Mengabdi selama lebih dari empat dekade dan sukses mengamankan stabilitas moneter nasional, pengunduran diri Perry resmi diterima oleh Presiden Prabowo Subianto.

- Advertisement -

JAKARTA, Kabar mengejutkan datang dari sektor ekonomi dan perbankan nasional. Perry Warjiyo secara resmi meletakkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Keputusan pengunduran diri tersebut telah diterima langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Senin (27/7/2026).

Perry sejatinya tengah menjalani masa jabatan periode keduanya (2023-2028) setelah sebelumnya sukses memimpin bank sentral tersebut pada periode 2018-2023 menggantikan Agus Martowardojo.

Rekam Jejak Panjang Sang Maestro Kebijakan Moneter

Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959 ini bukanlah sosok sembarangan di Bank Indonesia. Ia telah meniti karier dan mengabdi di lembaga tersebut selama lebih dari empat dekade.

Perjalanan kariernya di BI dimulai dari bawah sebagai staf Desk Penyelamatan Kredit urusan pemeriksaan dan pengawasan. Berbekal kejeniusannya, ia kemudian merambah ke berbagai bidang krusial seperti riset ekonomi, kebijakan moneter, hubungan internasional, pengelolaan devisa, hingga memimpin transformasi organisasi bank sentral.

Berikut adalah profil singkat dan rekam jejak pendidikan Perry Warjiyo:

Profil & PendidikanKeterangan
LahirSukoharjo, 25 Februari 1959
S1 (Sarjana)Akuntansi – Universitas Gadjah Mada (Lulus 1982)
S2 (Master)Iowa State University, Amerika Serikat (Lulus 1989)
S3 (Ph.D.)Iowa State University, Amerika Serikat (Lulus 1991)

Kiprah Internasional dan Hujan Penghargaan

Sebelum menempati posisi puncak di BI, Perry juga memiliki rekam jejak mentereng di level internasional. Pada periode 2007-2009, ia dipercaya menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.

- Advertisement -

Pengalaman internasional tersebut menjadi modal kuat baginya dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional, terutama saat menghadapi hantaman berbagai krisis dan tantangan ekonomi global.

Di bawah komandonya, Bank Indonesia sukses menyabet berbagai penghargaan internasional bergengsi, antara lain:

  • The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) pada 2018 dan 2022.
  • Best Asset Owner in Southeast Asia dari Asian Investor pada 2022.
  • The Best Systemic and Prudential Regulator in Asia Pacific dari The Asian Banker pada 2021.

Tidak hanya mahir sebagai praktisi, Perry juga dikenal sebagai pemikir dan akademisi yang produktif menelurkan karya. Beberapa buku terkenal yang ia tulis antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), serta Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).

Dengan mundurnya Perry, pemerintah dikabarkan akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait status jabatannya, sementara posisi Gubernur BI sementara diisi oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti.

“Perry Warjiyo berperan besar dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi global selama memimpin Bank Indonesia.”

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Diduga Penyelewengan Dana Kelurahan, DPD MPR Tebing Tinggi R...

Laporan dugaan intervensi serta penyelewengan anggaran program Pelatihan Keterampilan Warga yang tidak sesuai RAB kini telah berada di meja penyidik Korps Adhyaksa.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

#2

#3

Diduga Penyelewengan Dana Kelurahan, DPD MPR Tebing Tinggi R...

Laporan dugaan intervensi serta penyelewengan anggaran program Pelatihan Keterampilan Warga yang tidak sesuai RAB kini telah berada di meja penyidik Korps Adhyaksa.

#4

Taggar Trending