KPAI Minta Pemda Perkuat Perlindungan Anak, Klaster Keluarga Jadi Sorotan Utama

KPAI terima 426 laporan pelanggaran hak anak sepanjang Januari-April 2026. Lingkungan keluarga disorot sebagai klaster penyumbang kasus terbanyak.

- Advertisement -

Poin Utama:

  • KPAI menerima 426 kasus perlindungan anak dalam periode Januari hingga April 2026 melalui berbagai kanal pengaduan.
  • Ketua KPAI Aris Adi Leksono meminta pemerintah daerah mengoptimalkan layanan perlindungan mulai dari pengaduan, konseling, hingga deteksi dini di tingkat komunitas.
  • Klaster keluarga dan pengasuhan alternatif menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan total 209 laporan.
  • Masalah dominan meliputi konflik keluarga, pelarangan akses bertemu orang tua, pengasuhan bermasalah, hingga pemenuhan nafkah anak.
  • KPAI menekankan bahwa lingkungan keluarga saat ini menjadi “alarm serius” karena belum sepenuhnya aman bagi tumbuh kembang anak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melayangkan peringatan keras kepada pemerintah daerah terkait tingginya angka kekerasan dan pelanggaran hak anak di awal tahun 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, KPAI menerima 301 pengaduan dengan total 426 kasus perlindungan anak sepanjang periode Januari hingga April 2026.

Ketua KPAI, Aris Adi Leksono, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026), menekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk hadir lebih optimal dalam memberikan layanan perlindungan. Layanan tersebut harus mencakup aspek krusial seperti pengaduan, konseling keluarga, rehabilitasi korban, hingga deteksi dini kasus di tingkat komunitas.

“Peran pemerintah daerah ini masih perlu kita dorong lebih optimal untuk mendukung implementasi kebijakan dan program perlindungan anak. Khususnya di wilayah dengan jumlah kasus tinggi,” kata Aris.

Lingkungan Terdekat Belum Aman

Data KPAI menunjukkan fenomena yang cukup mengkhawatirkan: mayoritas pelanggaran hak anak justru terjadi di lingkup terdekat mereka. Tercatat 209 kasus atau yang terbanyak berasal dari klaster keluarga dan pengasuhan alternatif. Permasalahan dominan yang muncul meliputi konflik keluarga, pelarangan akses bertemu orang tua, hingga pengasuhan yang bermasalah dan pengabaian nafkah anak.

“Ini menjadi alarm serius bahwa lingkungan terdekat anak belum sepenuhnya aman bagi tumbuh kembang mereka. Karena itu, penguatan pengasuhan keluarga diperlukan untuk mencegah kekerasan dan pelanggaran hak anak,” tegas Aris.

Ia menilai tingginya angka tersebut merupakan indikator lemahnya sistem perlindungan sosial serta dukungan keluarga. Oleh karena itu, negara dan pemerintah daerah dituntut untuk segera memperkuat langkah pencegahan maupun intervensi nyata agar kepentingan terbaik bagi anak dapat terpenuhi.

- Advertisement -

Penanganan Kasus secara Komprehensif

Dari total 426 kasus yang masuk, KPAI telah melakukan upaya penyelesaian melalui berbagai metode. Sebanyak 403 kasus diselesaikan melalui pendekatan psikoedukasi dengan mengoptimalkan layanan yang tersedia di tingkat pemerintah. Sementara 23 kasus lainnya memerlukan penanganan lebih lanjut melalui mediasi, investigasi lapangan, case conference, serta rapat koordinasi lintas pemangku kepentingan.

KPAI berharap pemerintah daerah tidak lagi memandang perlindungan anak sebagai urusan sampingan, melainkan prioritas utama demi menjamin masa depan generasi penerus bangsa yang lebih aman dan terlindungi dari segala bentuk tindak kekerasan maupun diskriminasi hak.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Pemadaman Bergilir Landa ...

PLN ULP Tebing Tinggi merilis jadwal pemadaman listrik bergilir akibat gangguan pada pembangkit. Cek daftar kawasan terdampak dari pagi hingga malam.

Abaikan AD/ART dan PO, Ko...

Tebing Ti...

Pemerintah Kucurkan Dana ...

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan penanganan bencana telah memasuki fase pemulihan permanen yang berfokus pada infrastruktur dasar dan pelayanan publik.

Tingkatkan Kinerja, Sekda...

Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik bersama jajaran direksi PDAM Tirta Bulian melakukan kunjungan kerja ke PDAM Tirtanadi Medan, Kamis 7 Mei 2026.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Pemadaman Bergilir Landa ...

PLN ULP Tebing Tinggi merilis jadwal pemadaman listrik bergilir akibat gangguan pada pembangkit. Cek daftar kawasan terdampak dari pagi hingga malam.

#2

Abaikan AD/ART dan PO, Ko...

Tebing Ti...

#3

Pemerintah Kucurkan Dana ...

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan penanganan bencana telah memasuki fase pemulihan permanen yang berfokus pada infrastruktur dasar dan pelayanan publik.

#4

Tingkatkan Kinerja, Sekda...

Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik bersama jajaran direksi PDAM Tirta Bulian melakukan kunjungan kerja ke PDAM Tirtanadi Medan, Kamis 7 Mei 2026.

Taggar Trending