9 WNI Misi Kemanusiaan Gaza Ditangkap Israel, GPCI Desak Intervensi Pemerintah Melalui MPR

- Advertisement -

Poin Utama:

  • Perwakilan GPCI mengadukan nasib 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap pasukan Israel kepada Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, pada Selasa (19/5/2026).
  • Kesembilan WNI tersebut terdiri dari lima aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis yang tergabung dalam misi Global Freedom Flotilla menuju Gaza.
  • Rombongan kapal dicegat oleh pasukan Israel pada Senin (18/5/2026) siang setelah berlayar dari Marmaris, Turki.
  • GPCI melaporkan bahwa sekitar 40 dari 57 kapal dalam misi tersebut telah ditahan, dan 332 aktivis serta jurnalis internasional berstatus diculik.
  • GPCI mendesak pemerintah Indonesia melalui MPR untuk segera melakukan intervensi dan langkah diplomatik demi membebaskan para delegasi.

Kabar memprihatinkan kembali datang dari upaya pengiriman bantuan ke Jalur Gaza. Perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) secara resmi melaporkan penangkapan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan.

Laporan mendesak tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (19/5/2026).

Perwakilan GPCI, Ahmad Juwaini, menuturkan bahwa audiensi tersebut bertujuan untuk memperbarui informasi terkait status misi pelayaran internasional Global Freedom Flotilla yang turut diikuti oleh delegasi asal Indonesia.

“Jadi kami datang ke MPR, khususnya kepada Pak Hidayat Nur Wahid. Untuk pertama melaporkan sekilas mengenai update perkembangan misi Global Freedom Flotilla yang diikuti oleh warga negara Indonesia,” kata Juwaini. Ia merinci, sembilan WNI yang ikut dalam misi tersebut terdiri dari lima aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis.

Kronologi Pencegatan Armada Kemanusiaan

Juwaini memaparkan bahwa perjalanan misi kemanusiaan ini telah menemui jalan terjal sejak awal. Rombongan pelayaran awalnya diberangkatkan dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April 2026. Namun, saat memasuki wilayah perairan Yunani, kapal rombongan pertama langsung dicegat oleh pasukan Israel.

Pada insiden pencegatan pertama itu, lebih dari 170 peserta dilaporkan sempat ditangkap. Meski sebagian besar dibebaskan beberapa hari kemudian, beberapa peserta seperti Thiago dan Syekh Abul Khasik harus mendekam selama hampir 12 hari sebelum akhirnya dibebaskan.

- Advertisement -

Tak gentar dengan pencegatan tersebut, misi pelayaran tahap selanjutnya kembali dilanjutkan. Rombongan berangkat dari Marmaris, Turki, menuju Jalur Gaza. Pada titik inilah, sembilan WNI bergabung dengan mendelegasikan diri bersama peserta internasional lainnya.

Nahas, kapal yang membawa rombongan ini kembali diadang dan dicegat oleh pasukan Israel pada Senin (18/5/2026) siang.

Ratusan Aktivis Diculik, Desak Langkah Diplomatik

Situasi di perairan Mediterania saat ini dikabarkan sangat kritis bagi para relawan. Juwaini membeberkan fakta bahwa dari total 57 kapal yang tergabung dalam misi Global Freedom Flotilla, sebagian besar telah dilumpuhkan dan disita oleh otoritas Israel.

“Sudah sekitar 40-an kapal yang ditahan dan 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya,” ungkap Juwaini memaparkan skala penangkapan tersebut.

Merespons situasi darurat ini, GPCI menaruh harapan besar pada lembaga legislatif untuk mendesak eksekutif bergerak cepat. Mereka meminta MPR RI menggunakan kewenangannya untuk mendorong pemerintah segera mengambil langkah diplomatik yang tegas.

“Terkait dengan adanya delegasi kami yang diculik ini, kami tentu saja mengharapkan. Melalui Pak Hidayat Nur Wahid selaku pimpinan MPR dapat menyampaikan pesan kepada pemerintah Indonesia, kementerian, dan badan-badan yang terkait,” pungkasnya, berharap para WNI dapat segera dibebaskan dan dikembalikan dengan selamat.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Dalih “Cuma Senggolan” Tak Mempan, Istri Sah Polisikan Oknum Kepala SPPG Viral...

Video viral oknum Kepala SPPG yang kepergok bersama wanita lain di parkiran KTV Medan berbuntut panjang. Istri sah resmi membuat laporan ke Polda Sumut.

Polsek Kualuh Leidong Gerebek Sarang Narkoba di Simandulang, Pemilik Rumah Diamankan Beser...

Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.

Klarifikasi Resmi Dinas Pendidikan: Pergantian Kepala Sekolah di Tebing Tinggi Sesuai Regu...

Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa proses pergantian maupun penugasan kepala sekolah di lingkungan satuan pendidikan telah berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dugaan Pelanggaran Etika, DPD MPR Desak KPPG Sumut Copot Kepala SPPG Lubuk Baru 1 Tebing T...

DPD Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Tebing Tinggi mendesak KPPG Sumut segera copot Kepala SPPG Lubuk Baru 1 terkait dugaan pelanggaran etika dan moral.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Dalih “Cuma Senggolan” Tak Mempan, Istri Sah Pol...

Video viral oknum Kepala SPPG yang kepergok bersama wanita lain di parkiran KTV Medan berbuntut panjang. Istri sah resmi membuat laporan ke Polda Sumut.

#2

#3

Polsek Kualuh Leidong Gerebek Sarang Narkoba di Simandulang,...

Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.

#4