Kejari Sibolga Musnahkan Barang Bukti dari 112 Perkara yang Telah Inkrah

Pemusnahan didominasi oleh kasus narkotika sebagai wujud transparansi, akuntabilitas, dan sinergi antarpemangku kebijakan penegak hukum.

- Advertisement -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga menunjukkan komitmennya dalam menuntaskan penanganan perkara pidana secara transparan. Institusi penegak hukum ini menggelar pemusnahan massal barang bukti dari 112 perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) pada Rabu (10/6/2026).

Agenda pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Sibolga, Syaiful Alam Yuliastana. Momentum tersebut turut dihadiri dan disaksikan oleh Ketua Pengadilan Negeri Sibolga Hendra Utama Sotardodo, Wakapolres Tapanuli Tengah Kompol Muhammad Iskad, serta Wakapolres Sibolga Kompol Arifin B Tampubolon.

Sebagai simbol dimulainya prosesi, Kepala Kejari Sibolga bersama Wakapolres Sibolga menghancurkan barang bukti berupa narkotika dengan cara dimasukkan ke dalam mesin blender.

Rincian Kasus Periode Awal Tahun

Kepala Kejari Sibolga, Syaiful Alam Yuliastana, memaparkan bahwa seluruh komoditas dan barang bukti yang dimusnahkan tersebut dikumpulkan dari kumulasi perkara yang telah diputus pengadilan selama periode Januari hingga Maret 2026.

Berikut adalah rincian klasifikasi dari total 112 perkara inkrah yang barang buktinya dihancurkan:

  • 64 Kasus: Tindak pidana narkotika.
  • 28 Kasus: Keamanan dan ketertiban umum (Kamtibum).
  • 20 Kasus: Tindak pidana terhadap orang dan harta benda (Oharda).

“Barang bukti yang kita musnahkan hari ini seluruhnya berasal dari perkara yang sudah inkrah,” tegas Syaiful kepada awak media di lokasi.

Wujud Akuntabilitas dan Cegah Penyalahgunaan

Lebih lanjut, Syaiful menerangkan bahwa pemusnahan barang bukti ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari kewajiban eksekusi atas putusan hakim yang mengikat. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan tata kelola barang sitaan di gudang kejaksaan berjalan aman.

- Advertisement -

“Selain menjalankan putusan pengadilan, kegiatan ini juga merupakan bentuk akuntabilitas penegakan hukum. Ini menjadi wujud transparansi aparat penegak hukum dalam pengelolaan barang bukti sekaligus memastikan barang bukti perkara tidak lagi memiliki nilai guna yang berpotensi disalahgunakan,” urainya.

Kehadiran unsur kejaksaan, kepolisian, dan pengadilan dalam satu forum ini juga dinilai merefleksikan solidnya jalinan komunikasi antar-instansi penegak hukum di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah. Melalui sinergi ini, para aparat berkomitmen untuk terus menyajikan proses hukum yang profesional, transparan, dan memenuhi rasa keadilan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi wujud transparansi aparat penegak hukum dalam pengelolaan barang bukti sekaligus memastikan barang bukti perkara tidak lagi memiliki nilai guna yang berpotensi disalahgunakan.” — Syaiful Alam Yuliastana, Kepala Kejari Sibolga.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Sidak Pasar Jelang Idul Adha 1447 H: Satgas Pangan Kota Tebi...

Melalui operasi gabungan TNI, Polri, dan OPD terkait, tim Satgas memantau langsung titik-titik vital rantai distribusi pangan, mulai dari pasar tradisional hingga gudang distributor, untuk mencegah penimbunan dan lonjakan harga liar.

Evaluasi Kritis Germas 2026: Sekdako Tebing Tinggi Instruksi...

Menghadapi beban ganda peningkatan penyakit menular dan tidak menular, Pemerintah Kota Tebing Tinggi merapatkan barisan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut menjadi pelopor gaya hidup sehat sebelum mengedukasi masyarakat luas.

3 Unit Rumah Hangus Terbakar di Bandar Sono Tebing Tinggi, 5...

Kebakaran yang terjadi tepat di depan Lims Hotel pada Selasa malam ini berhasil ditangani dengan cepat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Sidak Pasar Jelang Idul Adha 1447 H: Satgas Pangan Kota Tebi...

Melalui operasi gabungan TNI, Polri, dan OPD terkait, tim Satgas memantau langsung titik-titik vital rantai distribusi pangan, mulai dari pasar tradisional hingga gudang distributor, untuk mencegah penimbunan dan lonjakan harga liar.

#2

Evaluasi Kritis Germas 2026: Sekdako Tebing Tinggi Instruksi...

Menghadapi beban ganda peningkatan penyakit menular dan tidak menular, Pemerintah Kota Tebing Tinggi merapatkan barisan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut menjadi pelopor gaya hidup sehat sebelum mengedukasi masyarakat luas.

#3

#4

3 Unit Rumah Hangus Terbakar di Bandar Sono Tebing Tinggi, 5...

Kebakaran yang terjadi tepat di depan Lims Hotel pada Selasa malam ini berhasil ditangani dengan cepat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Taggar Trending