Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang wanita dalam kondisi tidak sadarkan diri atau lemas setelah diduga menggunakan rokok elektrik (pod). Video tersebut kini menjadi perbincangan hangat warganet setelah dibagikan ribuan kali di berbagai platform media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak seorang wanita mengenakan pakaian atasan (tank top) tengah memegang perangkat rokok elektrik. Pada potongan video lainnya, wanita yang sama terlihat mengalami kondisi tubuh lemas dengan gerakan yang oleh warganet disebut sebagai efek “getaran”. Narasi yang menyertai unggahan tersebut menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh penggunaan pod yang diduga mengandung zat narkotika.
Respons Cepat Polres Asahan
Menanggapi kegaduhan di media sosial terkait dugaan penyalahgunaan cairan vape yang mengandung zat terlarang tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai video viral itu.
“Anggota sedang melakukan penyelidikan perihal tersebut,” ujar AKBP Revi melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (20/6/2026).
Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap identitas perempuan dalam video, memastikan lokasi pengambilan gambar, serta melakukan uji laboratorium untuk memastikan apakah cairan yang digunakan memang mengandung zat terlarang atau narkotika. Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas maupun lokasi pasti kejadian tersebut.
Ancaman Narkotika dalam Rokok Elektrik
Kasus ini kembali menyoroti bahaya peredaran cairan vape ilegal yang kini mulai disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai media penyebaran narkoba. Kekhawatiran publik semakin meningkat mengingat pihak Polres Asahan sebelumnya baru saja memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus sepanjang April hingga Juni 2026.
Dalam proses pemusnahan tersebut, polisi diketahui turut memusnahkan lebih dari 1.400 cartridge rokok elektrik atau vape yang positif mengandung zat berbahaya. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa ancaman narkoba kini tidak lagi hanya berbentuk serbuk atau pil, melainkan telah merambah ke produk-produk gaya hidup yang rentan disalahgunakan oleh remaja maupun dewasa muda.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah tergiur dengan produk cairan vape yang tidak jelas asal-usulnya. Penyelidikan terhadap video viral ini diharapkan dapat segera memberikan titik terang dan mencegah penyebaran zat berbahaya serupa di tengah masyarakat.
“Anggota sedang melakukan penyelidikan perihal tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap identitas perempuan dalam video serta memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana terkait dugaan penggunaan cairan vape yang mengandung zat terlarang.” — AKBP Revi Nurvelani, Kapolres Asahan.


