TANJUNGBALAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan menggelar razia insidentil berskala besar guna menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Menggandeng BNN Kota Tanjungbalai, Polres, dan Kodim 0208/Asahan, inspeksi mendadak ini menyasar blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Rabu (16/9/2026) malam.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Dodi Noris Sinulingga, menegaskan bahwa langkah ini merupakan deteksi dini sekaligus mitigasi risiko keamanan di dalam area tahanan. Ia menginstruksikan seluruh personel untuk melakukan penyisiran dengan cermat tanpa memicu kepanikan para penghuni.
“Kita laksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, kendalikan situasi agar tetap kondusif dan bersikap santun namun tegas,” instruksi Dodi sebelum penggeledahan dimulai.
Operasi gabungan ini melibatkan kekuatan penuh sebanyak 50 personel, yang terdiri dari 38 petugas Lapas, tiga personel TNI, empat anggota Polri, serta lima petugas BNN. Tim dipecah menjadi dua regu penyisiran; Tim I dikomandoi oleh Kasi Administrasi Kamtib Wahyu Ananda, sementara Tim II dipimpin oleh Plt. Kepala KPLP, David.
Sita Senjata Tajam Modifikasi
Dari hasil penyisiran di sejumlah kamar hunian, petugas mendapati berbagai benda terlarang yang berpotensi membahayakan keamanan sel. Barang bukti yang berhasil disita antara lain gunting, tali plastik, kartu domino, hingga senjata tajam berupa pisau rakitan yang dimodifikasi dari sendok besi. Temuan ini menjadi evaluasi penting bagi pihak lapas untuk memperketat pengawasan lalu lintas barang di blok hunian.
Di sisi lain, razia ini juga dibarengi dengan tes urine secara acak terhadap 42 orang WBP. Di bawah pengawasan ketat petugas BNN Kota Tanjungbalai, pengujian dilakukan menggunakan alat tes narkotika 10 parameter.
Hasilnya, seluruh 42 WBP tersebut dinyatakan negatif dari zat adiktif. Tim gabungan juga tidak menemukan barang bukti narkotika jenis apa pun di dalam area blok hunian.
Kalapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Refin Tua Simanulang, melalui Plh. Kalapas Dodi Noris, menyampaikan apresiasinya atas sinergi antar-instansi ini. Ia memastikan bahwa razia serupa akan terus dirutinkan guna mencegah masuknya narkoba, ponsel ilegal, maupun barang terlarang lainnya demi mewujudkan Lapas yang aman, tertib, dan terkendali.


