Buntut Penahanan Eks Kepala BGN dan Wamen Imigrasi, DPR RI Perketat Pengawasan Tata Kelola Anggaran

Menyusul rentetan kasus korupsi yang menjerat sejumlah petinggi kementerian dan lembaga, Pimpinan DPR RI mendesak para pembantu presiden untuk memegang teguh komitmen antikorupsi.

- Advertisement -

TEBING TINGGI, – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memastikan akan memperkuat pengawasan terhadap tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tegas ini diambil menyusul mencuatnya kasus hukum yang menjerat sejumlah mantan pejabat tinggi lembaga tersebut terkait dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa parlemen akan melakukan evaluasi menyeluruh dalam pembahasan program dan anggaran BGN ke depannya.

“DPR pasti akan terus meningkatkan pengawasan mengenai audit tata kelola BGN sendiri. Termasuk proses perencanaan, proses penganggaran sampai di ujung post audit,” ujar Cucun dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Terkait proses penegakan hukum yang sedang berjalan, Cucun menyatakan bahwa DPR menghormati penuh langkah Kejaksaan Agung. “Kita hormati semua proses yang ada dan kita apresiasi spirit pemerintah Bapak Presiden dalam penegakan hukum, memberantas korupsi,” tambahnya.

Peringatan Keras untuk Pembantu Presiden

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyoroti kemunculan beberapa kasus korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah dalam waktu yang berdekatan. Ia secara khusus mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga untuk menjaga integritas serta memegang teguh komitmen pemberantasan korupsi yang selalu ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Tentu para pembantu presiden itu harus benar-benar memegang teguh komitmen Presiden Pak Prabowo terkait pemberantasan korupsi. Presiden selalu menegaskan dalam setiap kesempatan komitmennya untuk memberantas korupsi,” tegas Saan. Ia berharap kepercayaan publik terhadap roda pemerintahan tetap terjaga.

Rentetan Kasus Korupsi Petinggi Negara

Pernyataan keras dari Pimpinan DPR RI ini tidak terlepas dari dua kasus korupsi besar yang baru saja diungkap oleh aparat penegak hukum pada pekan ini.

- Advertisement -
  • Kasus Korupsi BGN: Pada Rabu (3/6/2026), Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pejabat BGN sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026. Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Ketiganya diduga melakukan penggelembungan dana (mark up) pada pengadaan motor listrik dan sepatu.
  • Kasus Korupsi Imigrasi: Sehari berselang, Kamis (4/6/2026), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi terkait pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA). KPK turut menahan tujuh tersangka lainnya usai pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“DPR pasti akan terus meningkatkan pengawasan mengenai audit tata kelola BGN sendiri. Termasuk proses perencanaan, proses penganggaran sampai di ujung post audit.” — Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Sidak Pasar Jelang Idul Adha 1447 H: Satgas Pangan Kota Tebi...

Melalui operasi gabungan TNI, Polri, dan OPD terkait, tim Satgas memantau langsung titik-titik vital rantai distribusi pangan, mulai dari pasar tradisional hingga gudang distributor, untuk mencegah penimbunan dan lonjakan harga liar.

Evaluasi Kritis Germas 2026: Sekdako Tebing Tinggi Instruksi...

Menghadapi beban ganda peningkatan penyakit menular dan tidak menular, Pemerintah Kota Tebing Tinggi merapatkan barisan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut menjadi pelopor gaya hidup sehat sebelum mengedukasi masyarakat luas.

Pemerintah Tak Akan Intervensi, Menko Yusril Dukung Penuh KP...

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengapresiasi kinerja KPK dan menginstruksikan para tersangka untuk bersikap kooperatif selama proses hukum berjalan.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Sidak Pasar Jelang Idul Adha 1447 H: Satgas Pangan Kota Tebi...

Melalui operasi gabungan TNI, Polri, dan OPD terkait, tim Satgas memantau langsung titik-titik vital rantai distribusi pangan, mulai dari pasar tradisional hingga gudang distributor, untuk mencegah penimbunan dan lonjakan harga liar.

#2

Evaluasi Kritis Germas 2026: Sekdako Tebing Tinggi Instruksi...

Menghadapi beban ganda peningkatan penyakit menular dan tidak menular, Pemerintah Kota Tebing Tinggi merapatkan barisan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut menjadi pelopor gaya hidup sehat sebelum mengedukasi masyarakat luas.

#3

#4

Pemerintah Tak Akan Intervensi, Menko Yusril Dukung Penuh KP...

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengapresiasi kinerja KPK dan menginstruksikan para tersangka untuk bersikap kooperatif selama proses hukum berjalan.

Taggar Trending