NEW YORK – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara resmi mengeluarkan kecaman keras terhadap kelompok Houthi atas serangkaian serangan bersenjata yang menargetkan wilayah Arab Saudi. Pengecaman yang disampaikan pada Jumat (18/9/2026) ini secara khusus menyoroti serangan terhadap infrastruktur sipil dan energi yang dilaporkan telah memakan korban luka dari kalangan warga sipil, termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
Para anggota DK PBB mengingatkan kembali bahwa dewan sebelumnya juga telah mengecam serangan rudal Houthi ke Arab Saudi pada 7 Agustus lalu. Di samping itu, dewan memberikan peringatan tegas terkait rentetan ancaman dan serangan kelompok tersebut terhadap kapal-kapal komersial di jalur pelayaran internasional, khususnya di wilayah Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab, serta menekankan urgensi perlindungan bagi kapal beserta awaknya.
Ancaman Krisis Kemanusiaan dan Desakan Akses Bantuan
Menyikapi eskalasi yang terus berlanjut, DK PBB menuntut agar Houthi segera menghentikan segala bentuk aktivitas militer yang berdampak merusak terhadap objek maupun nyawa warga sipil. Berdasarkan data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), situasi kemanusiaan di Yaman kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan, di mana sedikitnya 125.000 penduduk terpaksa mengungsi hanya dalam kurun waktu sejak awal September.
DK PBB memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut akan memperburuk penderitaan rakyat Yaman. Oleh karena itu, dewan mendesak pembukaan akses bantuan kemanusiaan yang penuh, aman, cepat, dan tanpa hambatan.
Selain krisis pengungsi, dewan turut menuntut pembebasan tanpa syarat terhadap seluruh tahanan di Yaman. Tuntutan ini mencakup pembebasan 73 personel PBB yang saat ini masih ditahan, serta staf lembaga swadaya masyarakat (LSM), kelompok masyarakat sipil, dan perwakilan misi diplomatik.
DK PBB juga menyerukan peningkatan kerja sama dengan pemerintah Yaman untuk memutus rantai pasokan persenjataan, bantuan teknis, pelatihan, maupun pendanaan bagi kegiatan militer Houthi, seraya mengingatkan negara-negara anggota akan kewajiban mereka terhadap resolusi embargo senjata.
Dukungan Solidaritas dan Penyelesaian Politik
Dalam pernyataannya, para anggota DK PBB menyatakan solidaritas penuh terhadap Arab Saudi dan menegaskan hak kedaulatan negara tersebut untuk melakukan pembelaan diri sesuai kerangka hukum internasional. Dewan juga menegaskan kembali komitmen teguh terhadap persatuan, kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Yaman.
DK PBB menekankan bahwa perdamaian yang berkelanjutan tidak akan pernah tercapai melalui jalan kekerasan, pemaksaan, maupun penggunaan kekuatan militer. Sebagai langkah konkret menuju perdamaian, DK PBB menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, guna merumuskan penyelesaian politik melalui jalur perundingan yang inklusif, konstruktif, dan menjadi hak milik rakyat Yaman seutuhnya.


