Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Tsunami 60 Meter? Ini Bantahan Resminya!

- Advertisement -

JAKARTA – Informasi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau yang diklaim akan memicu ancaman tsunami setinggi 60 meter dipastikan sebagai kabar bohong (hoaks). Badan Geologi secara resmi telah membantah narasi meresahkan yang viral beredar di platform media sosial TikTok tersebut.

Fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau Terkini

Berdasarkan catatan resmi instansi terkait, memang benar telah terjadi letusan pada Senin (5/10/2026) lalu, tepatnya pukul 20.28 WIB. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 33 mm dan berlangsung dalam durasi singkat, yakni sekitar 1 menit 1 detik.

Namun, kondisi vulkanik tersebut sama sekali tidak berpotensi memicu gelombang tsunami raksasa seperti yang dinarasikan di media sosial. “Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level lI (Waspada), bukan dalam kondisi seperti yang dinarasikan dalam isu tsunami 60 meter tersebut,” tulis keterangan resmi Badan Geologi pada Jumat (9/10/2026).

Manipulasi Video dan Imbauan Jarak Aman

Penelusuran lebih lanjut mengungkapkan bahwa video meresahkan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama ‘XinShi’. Akun tersebut terbukti melakukan penyuntingan secara manipulatif terhadap konten asli milik lembaga pemerintah guna menyebarkan ketakutan.

Menyikapi status Waspada (Level II) saat ini, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi jarak aman yang wajib dipatuhi. Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras untuk mendekati atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah aktif.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi kebencanaan secara mandiri melalui portal resmi MAGMA Indonesia milik Kementerian ESDM. Publik diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai ramalan kebencanaan yang tidak berbasis pada data ilmiah.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI

Pejabat diminta agar tidak terjebak pada rutinitas sehari-hari yang keluar dari kerangka peraturan perundang-undangan, melainkan terus memperbaiki pelayanan, menyederhanakan proses, dan memanfaatkan teknologi.

Mengenal Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS): Tujuan & Tahapan Perumusannya

Kemensos menggandeng SMERU dalam menyusun Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS). Instrumen ini dirancang untuk mengukur pengentasan kemiskinan secara akurat.

Menakar Paradoks Pembangunan Papua: OAP Tersisih di Tengah Investasi Masif?

Berbagai investasi pembangunan Papua kerap meminggirkan Orang Asli Papua (OAP). Studi SMERU tawarkan solusi pembangunan inkremental berbasis kearifan lokal.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

#2

PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH K...

Pejabat diminta agar tidak terjebak pada rutinitas sehari-hari yang keluar dari kerangka peraturan perundang-undangan, melainkan terus memperbaiki pelayanan, menyederhanakan proses, dan memanfaatkan teknologi.

#3

#4

Mengenal Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS): Tujuan & ...

Kemensos menggandeng SMERU dalam menyusun Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS). Instrumen ini dirancang untuk mengukur pengentasan kemiskinan secara akurat.