Mengenal Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS): Tujuan & Tahapan Perumusannya

- Advertisement -

Ringkasan Cepat:

  • Kemensos menjadikan IKESOS sebagai indikator utama dalam Rencana Strategis 2020–2024 guna menanggulangi kemiskinan dan kerentanan sosial.
  • Penyusunan instrumen ini melibatkan lembaga riset SMERU dengan memadukan pendekatan metodologi kualitatif dan kuantitatif.
  • Proses perumusan melibatkan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), wawancara pakar tingkat daerah hingga nasional, dan uji validitas data sekunder.

JAKARTA – Upaya pengentasan kemiskinan yang diamanatkan oleh UUD 1945 terus diperkuat oleh pemerintah melalui penyusunan instrumen Indeks Kesejahteraan Sosial (IKESOS). Kementerian Sosial (Kemensos) merancang indeks ini untuk mengukur tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan warga negara secara akurat, objektif, serta berbasis pada indikator yang terukur.

Latar Belakang dan Keterlibatan Bappenas

Urgensi kehadiran IKESOS telah diakui secara nasional dengan dimasukkannya instrumen ini ke dalam Rencana Strategis Kemensos 2020–2024. Penggunaan IKESOS juga telah mendapatkan persetujuan resmi dari Bappenas yang bertindak sebagai mitra utama Kemensos dalam merumuskan kebijakan penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

Untuk memastikan kualitas metodologi, pemerintah menggandeng lembaga riset SMERU. Rekam jejak SMERU sejak 2017 dalam menyusun Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif hingga Indeks Pembangunan Pemuda dinilai esensial untuk memotret kondisi riil masyarakat miskin dan rentan secara komprehensif. Tujuan studi ini difokuskan pada perumusan kerangka konseptual, penentuan indikator, hingga penghitungan final kelayakan IKESOS.

Metodologi Kualitatif dan Kuantitatif

Dalam pelaksanaannya, studi IKESOS mengadopsi pendekatan metode campuran (mixed methods). Pendekatan kualitatif digunakan untuk membangun kerangka konseptual dasar, menentukan dimensi, serta menetapkan bobot masing-masing indikator. Proses ini melibatkan wawancara mendalam dan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dengan para pakar maupun pemangku kepentingan di tingkat daerah.

Di sisi lain, pendekatan kuantitatif diterapkan untuk mengunci pedoman penghitungan indikator. Metode ini bertugas memastikan formulasi matematis untuk pembobotan tiap dimensi menghasilkan kalkulasi akhir IKESOS yang presisi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tahapan Perumusan Dimensi dan Indikator Operasional

Penyusunan IKESOS dirancang melalui enam tahapan utama yang diawali dengan studi pendahuluan. Saat ini, fokus pengembangan berada pada dua tahap awal, yakni perumusan tujuan dan definisi dimensi, serta penetapan indikator operasional.

- Advertisement -

Pada fase perumusan dimensi, tim peneliti melakukan kajian literatur ekstensif, konsultasi pakar, hingga finalisasi kerangka konsep. Selanjutnya, pada fase perumusan indikator, tim memetakan ketersediaan data sekunder tingkat nasional untuk dilakukan uji coba penghitungan. Proses ini ditutup dengan pengujian validitas serta reliabilitas data sebelum disahkan penggunaannya secara nasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI

Pejabat diminta agar tidak terjebak pada rutinitas sehari-hari yang keluar dari kerangka peraturan perundang-undangan, melainkan terus memperbaiki pelayanan, menyederhanakan proses, dan memanfaatkan teknologi.

Menakar Paradoks Pembangunan Papua: OAP Tersisih di Tengah Investasi Masif?

Berbagai investasi pembangunan Papua kerap meminggirkan Orang Asli Papua (OAP). Studi SMERU tawarkan solusi pembangunan inkremental berbasis kearifan lokal.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

#2

PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH K...

Pejabat diminta agar tidak terjebak pada rutinitas sehari-hari yang keluar dari kerangka peraturan perundang-undangan, melainkan terus memperbaiki pelayanan, menyederhanakan proses, dan memanfaatkan teknologi.

#3

#4