Aksi balap liar di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) rute Medan–Tebing Tinggi makin kelewatan batas. Tepatnya di kawasan Kecamatan Rambutan, gerombolan pembalap jalanan ini sukses bikin warga sekitar naik pitam.
Bukan cuma membahayakan keselamatan pengendara lain yang sedang melintas, suara bising dari knalpot brong mereka benar-benar merusak ketenteraman masyarakat hingga larut malam.
Keluhan demi keluhan terus membanjiri media sosial. Kondisi ini diungkapkan langsung oleh Sekretaris Komunitas Ngobrol Asik Cerita Agama (NGACA) Tebing Tinggi, Muhammad Yusuf Al-Fatih Hidayat.
Yusuf menyebut warga sudah berada di titik sangat geram. Suara knalpot yang memekakkan telinga itu sangat mengganggu bayi yang sedang tertidur, orang tua yang sakit, sampai warga yang bersiap menunaikan ibadah salat tahajud di sepertiga malam.
Kucing-kucingan dengan Petugas
Selama ini, tindakan pembubaran dari aparat dinilai masih kurang nendang dan belum bikin jera. Para pelaku balap liar ini seolah sengaja main kucing-kucingan. Begitu mobil patroli beranjak pergi, mereka kembali asyik menggeber motor di lokasi yang sama.
Melihat situasi darurat ini, komunitas NGACA melontarkan permohonan terbuka kepada Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Rina Frillya, beserta jajaran Polsek setempat, Dinas Perhubungan, dan Koramil 13/Tebing Tinggi untuk mengambil tindakan nyata yang lebih tegas.
“Kami memohon kepada Ibu Kapolres dan seluruh instansi terkait untuk meningkatkan patroli malam. Jika memungkinkan, tempatkan personel yang berjaga di lokasi setelah aksi dibubarkan,” desak Yusuf, Minggu (7/6/2026).
Warga mendesak aparat segera memberlakukan penjagaan statis di titik-titik rawan tersebut. Jangan sampai aparat kepolisian baru bergerak ekstra setelah ada nyawa yang melayang sia-sia di jalanan akibat ulah nekat para pembalap liar.


