Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mematangkan persiapan untuk menyukseskan perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-XVIII. Acara berskala nasional ini dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 28 Juni hingga 4 Juli 2026 mendatang.
Sebagai tuan rumah, Pemko Medan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Berbagai rapat koordinasi terus digenjot untuk memastikan setiap delegasi dari berbagai kota di Indonesia mendapatkan pengalaman terbaik selama berada di ibu kota Sumatera Utara tersebut.
Tiga Daya Tarik Andalan Kota Medan
Dalam menyambut ribuan tamu dari seluruh penjuru negeri, Pemko Medan telah menyiapkan tiga kekuatan utama yang akan menjadi nilai jual dan daya tarik kota, yaitu:
- Kuliner Legendaris: Menyajikan kekayaan cita rasa masakan lokal yang sudah diakui kenikmatannya.
- Fasilitas Penginapan: Menyediakan hotel-hotel yang nyaman dengan standar pelayanan prima.
- Pusat Perbelanjaan (Mall): Memastikan tersedianya fasilitas belanja yang modern dan representatif.
Persiapan ini dipaparkan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Citra Effendi Capah, saat membuka acara Sosialisasi Kesiapan Rakernas ke XVIII APEKSI dan Semarak HUT ke-436 Kota Medan Tahun 2026 di Gedung PKK Kota Medan, Sabtu (13/6/2026).
Sinergi Lintas Sektor dan Peran Aktif Warga
Citra Effendi Capah menegaskan bahwa Rakernas APEKSI tahun ini terasa semakin spesial karena pelaksanaannya beririsan langsung dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan yang ke-436 pada tanggal 1 Juli 2026.
“Keberhasilan penyelenggaraan dua momentum besar ini tidak dapat mengandalkan Pemko Medan semata. Dibutuhkan sinergi dan keterlibatan aktif dari seluruh stakeholder,” tegas Citra.
Bagi para pelaku di komunitas dan industri pariwisata, ia mendorong adanya kolaborasi strategis untuk memastikan alur transportasi, penyediaan paket wisata, hingga pemanduan delegasi dapat berjalan mulus tanpa kendala teknis.
Selain itu, Citra juga memberikan imbauan khusus kepada masyarakat luas. “Yang tidak kalah penting adalah peran masyarakat agar menjadi tuan rumah yang ramah, menjaga kebersihan lingkungan, serta menciptakan suasana kota yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Investasi Jangka Panjang untuk Perekonomian
Lebih lanjut, Citra menilai bahwa tujuan utama Pemko Medan menjadi tuan rumah bukanlah sekadar untuk menyukseskan acara seremonial semata. Ajang ini merupakan bentuk investasi berskala besar di sektor sosial ekonomi.
Dampak dari perputaran uang selama acara berlangsung diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Medan.
“Jika seluruh pihak bergotong royong memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu, maka ada potensi ekonomi luar biasa yang siap dipanen,” pungkasnya.
“Keberhasilan penyelenggaraan dua momentum besar ini tidak dapat mengandalkan Pemko Medan semata. Dibutuhkan sinergi dan keterlibatan aktif dari seluruh stakeholder. Jika semua pihak bergotong royong, maka ada potensi ekonomi luar biasa yang siap dipanen.” — Citra Effendi Capah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Medan.


