MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan bahwa stok BBM di Sumut sebenarnya dalam kondisi aman.
Distribusi Terganggu, Bukan Stok Kosong
Gubernur Bobby menjelaskan bahwa kendala utama kelangkaan ini terletak pada proses distribusi dari depot ke SPBU. Berdasarkan informasi yang diterima dari Pertamina, terjadi penurunan jumlah pengemudi truk pengangkut BBM akibat adanya pemberhentian massal, sehingga armada tidak dapat beroperasi secara normal.
Pelibatan TNI dan Polri
Guna menormalkan kembali distribusi, Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Langkah-langkah yang disiapkan meliputi:
Personel TNI dan Polri disiagakan untuk membantu proses distribusi, baik sebagai pengemudi truk maupun pengamanan armada pengangkut BBM jika diperlukan.
Tim TNI dan Polri telah diminta siap mulai malam hari untuk segera bertindak sesuai kebutuhan yang disampaikan oleh Pertamina.
Teguran untuk Pertamina
Bobby Nasution menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh agar gangguan ini tidak berlarut-larut dan tidak mengganggu aktivitas serta perekonomian masyarakat.
Meski urusan perekrutan atau pemberhentian pengemudi adalah ranah internal Pertamina, Bobby sangat menyayangkan tidak adanya informasi awal mengenai potensi gangguan ini.
”Yang terpenting bagi kami, jangan sampai persoalan internal tersebut berdampak kepada masyarakat Sumatera Utara,” tegas Bobby.
Menurutnya, jika pemerintah daerah diberikan informasi sejak awal, langkah antisipasi dapat dilakukan dengan lebih baik


