Kepastian pasar menjadi kunci utama kesejahteraan petani. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir bergerak cepat memastikan hasil keringat para petani jagung tidak dipermainkan tengkulak dengan menyiapkan offtaker (pihak pembeli) resmi yang siap menyerap hasil produksi dengan harga yang kompetitif.
Langkah strategis ini disampaikan langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko Gultom, pada Senin (11/5/2026), saat membagikan bantuan bibit jagung kepada kelompok tani. Pemkab Samosir menjamin harga pembelian jagung petani berada di angka Rp5.500 per kilogram.
Fokus Produksi, Pemasaran Urusan Pemerintah
Jaminan pemasaran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi sektor pertanian di Negeri Indah Kepingan Surga tersebut. Dengan adanya pembeli siaga (offtaker), para petani diharapkan bisa bekerja lebih tenang tanpa dihantui ketakutan harga anjlok saat panen raya tiba.
“Dari bibit sampai pembeli hasil panen sudah dipersiapkan. Jadi petani tinggal fokus bekerja dan menghasilkan panen terbaik,” tegas Vandiko Gultom di hadapan para petani.
Vandiko menjelaskan bahwa penetapan harga Rp5.500 per kilogram tersebut mengacu pada regulasi ketetapan pemerintah pusat. Hal ini dilakukan sebagai instrumen perlindungan bagi petani agar tetap mendapatkan margin keuntungan yang layak.
Distribusi Bantuan Lengkap di Dua Kecamatan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Vandiko Gultom menyerahkan secara simbolis 600 kilogram bibit jagung. Bantuan ini menyasar dua kelompok tani utama, yakni Kelompok Tani Melati Paristua di Desa Panampangan (Kecamatan Pangururan) dan Kelompok Tani Tumpang Sari di Desa Urat Timur (Kecamatan Palipi).
Tak hanya sebatas bibit, paket bantuan dari Program Kolaborasi Sumut Berkah ini juga mencakup kebutuhan saprodi (sarana produksi) yang sangat masif, antara lain:
- Pupuk NPK: 3.000 kilogram
- Pupuk Urea: 5.000 kilogram
- Pestisida: 100 paket
- Alat Panen: 1 unit per kelompok
Target Swasembada: 10 Ton per Hektar
Program Kolaborasi Sumut Berkah di Kabupaten Samosir ini memproyeksikan pengembangan lahan jagung seluas 40 hektare. Melalui dukungan bibit unggul dan ketersediaan pupuk yang mencukupi, pemerintah mematok target produktivitas yang cukup tinggi, yakni 10 ton per hektar.
Langkah kolaboratif antara Pemprov Sumut dan Pemkab Samosir ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Samosir. Dengan dukungan hulu ke hilir—mulai dari benih hingga kepastian pembeli—sektor pertanian jagung di Samosir diprediksi akan menjadi ladang cuan yang menjanjikan bagi para generasi muda dan petani lokal.



