TEBING TINGGI, Dalam upaya nyata menjaga eksistensi dan melestarikan warisan budaya nusantara, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tebing Tinggi menggelar sebuah lokakarya edukatif bertajuk “Goresan Canting DWP: Melestarikan Warisan Budaya Lewat Edukasi Batik Dasar”.
Kegiatan yang dirangkai dengan agenda pertemuan bulanan ini diselenggarakan dengan penuh antusiasme di Pondok Bagelen, Jalan Deblod Sundoro, Kota Tebing Tinggi, pada Rabu (3/6/2026). Untuk menghadirkan edukasi yang komprehensif, DWP menggandeng pakar batik lokal, Hijrah Saputra, dari Gallery Tebing Batik Collection sebagai narasumber utama.
Ketua DWP Kota Tebing Tinggi, Ny. Afrida Erwin Suheri Damanik, menyampaikan harapannya agar lokakarya ini mampu melahirkan keterampilan baru yang bernilai tinggi bagi para peserta.
“Melalui pelatihan ini, kita belajar seni batik sebagai warisan budaya sekaligus simbol kebanggaan bagi Kota Tebing Tinggi,” tuturnya optimis.
Selama sesi pelatihan, suasana terpantau sangat dinamis. Para peserta diajak mempraktikkan langsung tahapan membatik, mulai dari proses merancang pola di atas kain hingga kelihaian mengayunkan goresan canting yang berisi malam (lilin batik).
Menariknya, Hijrah Saputra selaku instruktur tidak hanya berfokus pada transfer ilmu teknis semata. Ia juga mengajak para anggota DWP untuk menyelami dan membedah makna filosofis luhur yang tersembunyi di balik lekuk setiap motif kain batik nusantara.
Menurut Hijrah, pemahaman filosofis sangat krusial karena batik bukanlah sekadar kain bermotif estetik. “Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya belajar teknik membatik, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Batik adalah simbol identitas dan kebanggaan daerah yang harus terus dirawat oleh generasi ke generasi,” pungkasnya.


