SERDANG BEDAGAI – Suasana mencekam menyelimuti kawasan perkebunan kelapa sawit di Desa Sibulan, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai. Sebuah gudang pupuk beserta kantor kebun milik PT Sibulan Estate ludes dibakar dan dirusak oleh massa pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Aksi anarkis massa ini diduga kuat dipicu oleh rentetan peristiwa yang terjadi pada sore harinya, yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Dugaan Penganiayaan oleh Petugas Keamanan
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah warga di lokasi kejadian, amukan massa bermula dari kabar meninggalnya seorang pria di tangan petugas keamanan (security) perusahaan.
Pria tersebut sebelumnya diamankan oleh pihak keamanan kebun karena dituduh melakukan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik PT Sibulan Estate. Namun, warga menduga bahwa pria tersebut tidak hanya diamankan, melainkan juga mengalami tindakan penganiayaan berat hingga akhirnya meregang nyawa.
“Pembakaran ini karena tadi security nangkap diduga pencuri sawit. Terus diduga dianiaya sampai meninggal. Kalau tidak salah ditangkapnya sore. Sekarang jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Mendengar kabar kematian tersebut, emosi warga sekitar tak terbendung. Massa dalam jumlah besar kemudian mendatangi area perusahaan pada malam harinya, melampiaskan kemarahan dengan membakar gudang pupuk dan merusak fasilitas kantor kebun.
Fakta Kejadian di Lapangan
Berikut adalah ringkasan fakta terkait insiden pembakaran di PT Sibulan Estate:
| Keterangan | Detail Informasi |
| Lokasi Kejadian | PT Sibulan Estate, Desa Sibulan, Kec. Tebing Syahbandar, Kab. Serdang Bedagai. |
| Waktu Kejadian | Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. |
| Objek Kerusakan | Gudang pupuk (dibakar) dan kantor kebun perusahaan (dirusak massa). |
| Dugaan Pemicu | Tewasnya seorang pria terduga pencuri TBS akibat dianiaya oknum security. |
| Penanganan Jenazah | Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk autopsi. |
Polisi Turun Tangan Amankan Lokasi
Sesaat setelah aksi pembakaran terjadi dan situasi semakin memanas, personel dari Polres Tebing Tinggi segera diterjunkan ke lokasi. Kehadiran aparat kepolisian bertujuan untuk meredam amuk massa, mengamankan situasi yang mencekam, serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Hingga berita ini diterbitkan, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengusut tuntas dua kasus sekaligus, yakni dugaan penganiayaan berujung maut oleh oknum security, serta aksi perusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan oleh massa.
Belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi yang dikeluarkan oleh pihak Polres Tebing Tinggi maupun manajemen PT Sibulan Estate terkait peristiwa nahas tersebut.



