MEDAN, Keputusan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang melakukan walk out di tengah rapat paripurna DPRD Sumut pada Selasa (21/7/2026) lalu menuai ragam reaksi. Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra, Ihwan Ritonga, pasang badan dan memberikan penjelasan komprehensif.
Ihwan dengan tegas membantah tudingan sejumlah pihak, termasuk pernyataan salah satu pimpinan DPRD Sumut, Ricky Anthony, yang sebelumnya menyebut tindakan Bobby Nasution tersebut sebagai bentuk arogansi seorang kepala daerah.
Perdebatan Internal Legislatif dan Syarat Kuorum
Menurut Ihwan, hengkangnya Bobby Nasution dari ruang sidang sama sekali bukan bentuk arogansi, melainkan keputusan pragmatis untuk menghindari dinamika yang tidak berkaitan langsung dengan ranah eksekutif.
Pemicu walk out tersebut adalah perdebatan sengit mengenai kuorum yang meledak akibat interupsi dari seorang anggota dewan yang baru hadir di penghujung rapat.
“Perlu kami luruskan bahwa Gubernur Sumut tidak dapat disalahkan. Saat itu, sedang berlangsung perdebatan dan dialog antara anggota DPRD. Melihat situasi tersebut, Pak Bobby mungkin merasa lebih baik pergi daripada harus menunggu selesainya perdebatan legislatif,” jelas Ihwan pada Selasa (28/7/2026).
Ihwan juga mengklarifikasi isu kuorum rapat. Ia memastikan bahwa secara tata tertib, sidang paripurna tersebut sah dan memenuhi persyaratan prosedural.
Berikut adalah poin-poin klarifikasi Ihwan Ritonga terkait polemik paripurna tersebut:
| Fokus Isu Paripurna | Penjelasan / Klarifikasi Ihwan Ritonga |
| Keabsahan Kuorum | Rapat sah secara prosedural karena diukur dari daftar hadir yang telah ditandatangani, bukan sekadar kehadiran fisik di ruangan hingga sidang usai. |
| Absennya Anggota Dewan | Ketidakhadiran fisik beberapa legislator di akhir sidang adalah hal wajar karena waktu berbarengan dengan ibadah, makan siang, atau menerima tamu. |
| Alasan Walk Out | Gubernur memilih fokus pada urusan pelayanan masyarakat daripada membuang waktu menyaksikan perdebatan internal antar-legislator. |
Jadwal Padat Pasca-Kunjungan Kerja
Lebih lanjut, Ketua DPC Gerindra Kota Medan ini meminta masyarakat dan para elite politik untuk lebih objektif melihat beban kerja Gubernur Sumut.
Sebelum menghadiri rapat paripurna tersebut, Bobby Nasution baru saja merampungkan rangkaian kunjungan kerja yang melelahkan selama sepekan penuh di Kepulauan Nias. Setibanya di Medan, setumpuk urusan pemerintahan dan persoalan administratif yang mendesak telah menanti untuk segera diselesaikan.
“Alih-alih menghabiskan waktu menyaksikan perdebatan di antara para legislator, Gubernur tentu saja lebih fokus ke urusan masyarakat serta berbagai persoalan administratif mendesak,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Kota Medan itu.
Imbauan Menjaga Kondusivitas
Menutup penjelasannya, Ihwan menekankan pentingnya bagi seluruh pihak untuk menghormati prosedur dan mekanisme tata tertib di DPRD Sumut, serta menahan diri dari upaya membentuk opini publik yang justru memperkeruh suasana politik daerah.
Ia berharap dinamika walk out ini tidak dieksploitasi lebih jauh sehingga mengalihkan fokus DPRD dan Pemprov Sumut dari agenda-agenda strategis pembangunan daerah.
“Perlu kami luruskan bahwa Gubernur Sumut tidak dapat disalahkan. Perbedaan pendapat dalam forum legislatif merupakan hal yang lumrah dalam proses demokrasi dan semestinya diselesaikan melalui mekanisme serta tata tertib yang telah ditetapkan.”
— Ihwan Ritonga, Wakil Ketua DPRD Sumut Fraksi Gerindra.


