Diduga Kongkalikong Lakukan Penipuan, Oknum Pegawai dan Napi Rutan Tanjung Gusta Bakal Dipolisikan

Korban diiming-imingi janji manis pengembalian dana dalam waktu singkat dengan kedok modal usaha. Pihak korban kini tengah mengumpulkan bukti untuk menempuh jalur hukum.

- Advertisement -

Jeruji besi ternyata tak selamanya mampu menghentikan niat untuk berbuat kejahatan. Baru-baru ini, sebuah dugaan kasus penipuan menyeruak dari balik dinding Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan, Tanjung Gusta.

Ironisnya, aksi tak terpuji ini diduga diotaki secara bersama-sama oleh seorang oknum pegawai rutan berinisial EP dan seorang narapidana berinisial ER.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, duet oknum pegawai dan warga binaan ini melancarkan aksinya dengan modus peminjaman modal usaha. Narapidana ER bertugas meminjam sejumlah uang kepada korban dengan dalih bahwa dana tersebut akan dikelola dan diputar secara langsung oleh pegawai rutan, EP.

Untuk memuluskan aksinya, para korban diberikan janji-janji manis. Mereka diyakinkan bahwa dana yang disetorkan akan dikembalikan dalam waktu yang sangat singkat, bahkan dijanjikan bisa cair dan kembali pada keesokan harinya.

Sayangnya, janji tinggal janji. Hingga saat ini, dana yang dipinjamkan tersebut tak kunjung dikembalikan. Para korban mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi EP maupun ER untuk menagih hak mereka. Namun, kedua belah pihak tak kunjung menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini.

Lebih mengejutkannya lagi, jumlah korban dari sindikat penipuan internal rutan ini diduga tidak hanya satu orang. Kuat dugaan masih terdapat korban-korban lain yang terjerat dengan modus operandi yang hampir serupa. Saat ini, sejumlah korban dikabarkan tengah merapatkan barisan dan mengumpulkan bukti-bukti kuat.

Merasa dirugikan dan ditipu mentah-mentah, para korban berencana untuk segera melaporkan dugaan tindak pidana ini kepada aparat penegak hukum agar kedua terduga pelaku dapat diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Medan masih bungkam. Hingga berita ini diterbitkan, pucuk pimpinan rutan tersebut belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi saat dimintai konfirmasi terkait dugaan keterlibatan anak buahnya dalam sindikat penipuan ini.

“Para korban mengaku diyakinkan bahwa dana tersebut akan dikembalikan dalam waktu singkat, bahkan dijanjikan akan dikembalikan pada keesokan harinya. Namun hingga kini, belum ada iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.”

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Lepas Dua Duta Terbaik ke Seleksi MTQ Provinsi, Sekdako Tebi...

Kota Tebing Tinggi mengirimkan perwakilan cabang Tahfizh Alquran 30 Juz dan Tilawah Remaja Putri. Keberangkatan kafilah difasilitasi penuh menuju lokasi seleksi di Deli Serdang.

Walikota Tidak Anti-Kritik, Ajak Cipayung Plus Diskusi Santa...

Pemerintah tidak anti-kritik. Kami justru sangat berharap adik-adik mahasiswa memberikan saran dan kritik yang membangun demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Lepas Dua Duta Terbaik ke Seleksi MTQ Provinsi, Sekdako Tebi...

Kota Tebing Tinggi mengirimkan perwakilan cabang Tahfizh Alquran 30 Juz dan Tilawah Remaja Putri. Keberangkatan kafilah difasilitasi penuh menuju lokasi seleksi di Deli Serdang.

#2

#3

Walikota Tidak Anti-Kritik, Ajak Cipayung Plus Diskusi Santa...

Pemerintah tidak anti-kritik. Kami justru sangat berharap adik-adik mahasiswa memberikan saran dan kritik yang membangun demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi

#4

Taggar Trending