TEBING TINGGI, – Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih, S.E. menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan dalam silaturahmi dan pertemuan strategis bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang meliputi Kapolres, Dandim, Kepala Pengadilan Negeri (PN), Kajari, serta kelompok Cipayung Plus pada Selasa (23/1/2026).
Menurut Wali Kota, seluruh elemen Forkopimda memiliki andil yang sangat besar dalam menciptakan iklim daerah yang kondusif.
“Saya berharap kita tetap bersinergi dan berkolaborasi. Bagaimana kita bisa menciptakan suasana yang benar-benar kondusif serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Ini langkah pertama yang harus kita kerjakan bersama,” tegas Wali Kota.
Apresiasi Langkah Kolaboratif OKP
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi khusus kepada tokoh-tokoh pemuda dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Tebing Tinggi. Ia secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Ramadan Pulungan, mantan Ketua GM FKPPI, serta jajaran pengurus yang selama ini berkobar-kobar mendukung program pemerintahan.
Wali Kota juga menyapa langsung Ketua GRIP, Ketua IPK, GM FKPPI, dan perwakilan dari 48 organisasi kepemudaan lainnya yang turut hadir. Ia memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi tidak pernah melakukan tebang pilih dalam merangkul masyarakat.
“Seluruh organisasi perlakuannya sama, pelayanannya sama di negeri ini. Walaupun nanti ada yang kurang lebih, mohon ditunggu. Ke depan harus ada dialog dan diskusi. Komunikasinya bisa lewat WhatsApp dulu, nanti tim kita akan jadwalkan dialog diskusinya,” tambahnya.
Buka Ruang Kritik dan Peningkatan SDM
Wali Kota secara terbuka menegaskan bahwa Pemko Tebing Tinggi sama sekali tidak anti-kritik. Pihaknya sangat terbuka menerima masukan dari mahasiswa maupun elemen pemuda. Hak menyampaikan pendapat di muka umum dijamin penuh oleh UUD 1945 dan konstitusi.
Kritik demi kemaslahatan Kota Tebing Tinggi—baik di sektor keagamaan, sosial, ekonomi, maupun pendidikan—sangat dipersilakan, dengan satu catatan penting: harus menjaga etika dan menghindari tindakan anarkis.
Di sektor pendidikan, Wali Kota juga menyoroti pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Beasiswa untuk siswa berprestasi dan kurang mampu terus kami upayakan optimalisasinya dari anggaran yang ada. Bantuan dari pusat seperti PIP dan KIP Kuliah juga kita dorong, jadi tidak hanya mengandalkan APBD, tapi juga APBN dengan mengedepankan transparansi,” jelasnya.
Selain itu, pelayanan publik terkait kebersihan kota juga terus ditingkatkan. Saat ini, Pemko tengah memproses verifikasi bantuan 5 unit mobil pengangkut sampah dari DKI Jakarta guna memaksimalkan kebersihan lingkungan di Tebing Tinggi.
Peringatan: Aksi Anarkis Ancam Investasi
Pada akhir arahannya, Wali Kota mengingatkan bahwa stabilitas daerah berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Kondisi yang tidak aman akibat aksi anarkis atau provokasi akan berdampak langsung pada kaburnya para investor.
“Jika terjadi tindakan anarkis, investor enggan masuk ke Tebing Tinggi. Dampaknya, kita tidak bisa membuka lapangan kerja yang lebih luas dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan terhambat,” ungkapnya.
Wali Kota menepis isu bahwa Tebing Tinggi tidak aman. Setelah berkoordinasi intensif dengan Kapolres dan Kajari, ia memastikan bahwa kota tersebut dalam kondisi aman dan terkendali.
“Ayo bersama-sama kita jaga keamanan dan stabilitas ketertiban supaya investor mau masuk. Mereka bisa buka lapangan kerja. Tebing Tinggi bukan milik kelompok tertentu, tapi milik seluruh masyarakat,” pungkasnya.
“Jika terjadi tindakan anarkis, investor enggan masuk ke Tebing Tinggi. Dampaknya, kita tidak bisa membuka lapangan kerja yang lebih luas. Ayo bersama-sama kita jaga keamanan, Tebing Tinggi bukan milik kelompok tertentu, tapi milik seluruh masyarakat.” — Wali Kota Tebing Tinggi.


