Kawasan bantaran Sungai Deli di Kota Medan selama ini kerap menjadi titik rawan bencana banjir saat musim penghujan tiba. Menyadari tingginya risiko tersebut, sebuah organisasi sosial bernama Wa Pesek hadir memberikan aksi nyata melalui pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Ketua DPP Wa Pesek, Muhammad Adlin Ginting, menekankan bahwa menjaga ekosistem sungai tidak bisa hanya berhenti pada aksi penanaman pohon semata.
“Banyak orang menanam pohon, tetapi setelah itu dibiarkan tanpa perawatan. Padahal kepedulian itu juga berarti memastikan tanaman yang ditanam bisa tumbuh dan bertahan,” tegas Adlin.
Dari Gerakan Pandemi Menjadi Pusat Kegiatan Sosial
Wa Pesek lahir dari embrio kepedulian masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Komunitas ini awalnya mengusung konsep berbagi sederhana: “taruh semampunya dan ambil seperlunya”.
Setelah resmi memperoleh legalitas pada tahun 2022, organisasi ini memperluas jangkauan pelayanannya. Mereka secara aktif memanfaatkan lahan-lahan di bantaran Sungai Deli yang sebelumnya tidak terpakai untuk diubah menjadi ruang sosial yang produktif.
Berbagai kegiatan rutin yang telah dilakukan antara lain:
- Menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan kebakaran.
- Menggelar aksi donor darah dan khitanan massal.
- Menyediakan pemeriksaan kesehatan dan layanan pangkas rambut gratis.
“Kami berpatokan bahwa tanah memiliki fungsi sosial. Ketika ada lahan yang tidak dimanfaatkan, kami mencoba menggunakannya untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Adlin.
Membangun Ekonomi Lewat Lingkungan Bersih
Kepedulian terhadap lingkungan terbukti mampu memberikan dampak ekonomi yang positif. Wa Pesek pernah menginisiasi program penebaran benih ikan di saluran air yang telah dibersihkan. Hasilnya, lingkungan yang bersih tersebut membuka peluang aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat melalui usaha-usaha kecil di sekitarnya.
Adlin pun berharap pemerintah daerah dapat lebih proaktif melibatkan warga dalam program pengelolaan lingkungan, sehingga sumber daya pemerintah dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Perempuan Sebagai Pilar UMKM
Selain isu lingkungan, Wa Pesek juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan perempuan. Humas Wa Pesek, Susi Sujari, menjelaskan bahwa organisasi ini memiliki misi untuk mengangkat harkat perempuan agar lebih produktif di ruang publik.
“Kami ingin mengangkat harkat perempuan agar jangan hanya di rumah. Di sini perempuan bisa berkegiatan, berkembang, dan melakukan hal-hal positif. Kami ingin ibu-ibu yang penghasilannya masih kurang bisa diarahkan dan dibentuk UMKM-nya,” papar Susi.
Dengan sinergi antara pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat, Wa Pesek berharap warga semakin sadar akan pentingnya merawat alam. Sebab, seperti yang ditegaskan Adlin, kerusakan lingkungan dan banjir adalah akibat langsung dari memudarnya kepedulian terhadap sungai dan ruang hijau.
Kutipan
“Ketika orang tidak peduli terhadap sungai, jangan salahkan jika suatu saat sungai meluap dan banjir terjadi.” — Muhammad Adlin Ginting, Ketua DPP Wa Pesek.


