Paradigma bahwa markas kepolisian adalah tempat yang kaku dan menyeramkan perlahan mulai runtuh di Sumatera Utara.
Di bawah tangan dingin Kapolda Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) sukses membuktikan diri sebagai institusi yang tak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga inovatif dalam melayani masyarakat.
Gebrakan pro-rakyat tersebut sukses membuahkan hasil manis. Baru-baru ini, Polda Sumut secara resmi dinobatkan sebagai Polda terbaik se-Indonesia dalam hal pengelolaan dan penambahan aset Barang Milik Negara (BMN).
Trofi penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Irjen Whisnu Hermawan di Jakarta.
Polda Sumut dinilai sangat brilian dalam mengeksekusi penatausahaan hibah aset, baik yang bergerak maupun tidak bergerak, menjadi fasilitas yang berdaya guna.
Sulap 29 Gedung Jadi Sentra Layanan Premium
Predikat “Terbaik se-Indonesia” ini jelas bukan pepesan kosong. Usai menerima penghargaan, Irjen Whisnu membeberkan bahwa jajarannya telah bekerja ekstra keras melakukan perombakan infrastruktur besar-besaran.
Tercatat, Polda Sumut telah mendirikan 20 gedung baru dan merenovasi 9 gedung lama. Seluruh fasilitas ini difokuskan murni untuk mendongkrak kualitas pelayanan publik, khususnya di area Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pengurusan SKCK, hingga layanan Samsat.
“Pembangunan ini sengaja kita pacu agar masyarakat yang datang merasa nyaman dan aman. Kita ingin menghadirkan layanan kepolisian yang jauh lebih modern, cepat, dan profesional,” tegas Alumni Akpol 1994 tersebut.
Dari Lapangan Bola hingga Lapak UMKM untuk Warga
Langkah paling revolusioner dari Irjen Whisnu adalah keputusannya untuk membuka sekat antara institusi kepolisian dan masyarakat sipil.
Ia menyulap aset-aset lahan yang menganggur menjadi pusat kebugaran dan ekonomi yang bisa diakses langsung oleh warga sekitar.
Rabu (13/5/2026), sang Kapolda merinci deretan fasilitas publik gratis yang kini berdiri megah di area kelolaan Polda Sumut.
“Ada beberapa fasilitas olahraga juga yang kita bangun, di antaranya lapangan bola, jogging track, gym outdoor, lapangan voli, badminton indoor, hingga lapangan basket. Fasilitas ini dapat digunakan masyarakat secara langsung untuk berolahraga,” ungkap Whisnu.
Tak berhenti di urusan keringat, Polda Sumut juga menyiapkan zona khusus bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Lapak-lapak ini disediakan agar roda ekonomi warga sekitar ikut berputar kencang mengiringi ramainya pengunjung di area fasilitas olahraga tersebut.
Bagi Irjen Whisnu, rentetan perombakan infrastruktur ini adalah manifestasi nyata dari semangat perubahan Polri.
Ini bukan sekadar urusan membangun beton dan aspal, melainkan simbol kuat bahwa Polri berkomitmen penuh untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat yang berintegritas serta humanis bagi seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara.



