Proyek BRT Mebidang Tuai Kontroversi, DPRD Sumut Soroti Penebangan Pohon di Jalur Hijau

Pembangunan halte BRT Mebidang di Medan menuai kritik usai sejumlah pohon di jalur hijau ditebang demi proyek transportasi.

- Advertisement -

Ambisi menghadirkan sistem transportasi modern melalui proyek BRT Mebidang mulai memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Proyek transportasi massal yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang itu kini justru menuai kritik akibat pembangunan halte yang disebut mengorbankan ruang terbuka hijau di Kota Medan.

Sorotan tajam muncul setelah sejumlah pohon pelindung di area jalur hijau ditebang demi pembangunan halte BRT di beberapa titik strategis kota.

Kondisi tersebut memantik reaksi dari Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani.

Politikus dari Partai Golkar itu menilai pelaksanaan proyek kurang memperhatikan aspek lingkungan dan estetika kota.

Menurutnya, penggunaan jalur hijau sebagai lokasi pembangunan halte berpotensi memicu keresahan publik karena dianggap mengurangi fungsi ruang hijau di tengah padatnya kawasan perkotaan.

“Yang menjadi perhatian kita adalah pembangunan halte dilakukan di jalur hijau dan ada penebangan pohon. Sangat wajar jika masyarakat bertanya-tanya, apakah memang sudah tidak ada lagi lokasi lain yang lebih ideal untuk pembangunan halte bus tersebut?” ujar Timbul kepada awak media, Rabu (13/5/2026).

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur modern tetap harus memperhatikan keseimbangan lingkungan, terutama di kota besar seperti Medan yang membutuhkan banyak ruang hijau sebagai penopang kualitas udara.

Timbul juga mengingatkan bahwa proyek transportasi massal seharusnya tidak hanya fokus pada aspek mobilitas, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kenyamanan warga kota.

Meski mengkritik, ia mengakui bahwa proyek BRT Mebidang sebenarnya telah dirancang sejak beberapa tahun lalu dan kemungkinan besar sudah melewati berbagai tahapan kajian administratif.

Karena itu, menurutnya, perubahan total terhadap desain proyek tentu tidak mudah dilakukan dalam kondisi saat ini.

“Rencana ini sudah dibuat beberapa tahun lalu, sehingga tentu semuanya diasumsikan sudah dikaji. Namun yang paling penting sekarang adalah bagaimana proses pembangunan yang sedang berjalan ini tetap mengutamakan kenyamanan masyarakat,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari kawasan aglomerasi terbesar di Sumatera Utara, proyek BRT Mebidang memang diharapkan mampu menjadi solusi transportasi publik modern yang terintegrasi.

Namun Timbul menegaskan pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek harus segera melakukan evaluasi terhadap titik-titik halte yang menuai protes masyarakat.

Ia tidak ingin proyek dengan tujuan positif justru memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Pembangunan dengan tujuan baik jangan sampai menimbulkan masalah baru. Ke depan, yang perlu dilakukan adalah memperbaiki dan menyempurnakan titik yang sudah ada agar terintegrasi maksimal tanpa merusak esensi kenyamanan warga kota,” pungkasnya.

Polemik pembangunan halte BRT Mebidang kini menjadi pengingat bahwa pembangunan transportasi modern bukan hanya soal infrastruktur dan mobilitas, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan kota dan kelestarian lingkungan.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Dalih “Cuma Senggolan” Tak Mempan, Istri Sah Polisikan Oknum Kepala SPPG Viral...

Video viral oknum Kepala SPPG yang kepergok bersama wanita lain di parkiran KTV Medan berbuntut panjang. Istri sah resmi membuat laporan ke Polda Sumut.

PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI

Pejabat diminta agar tidak terjebak pada rutinitas sehari-hari yang keluar dari kerangka peraturan perundang-undangan, melainkan terus memperbaiki pelayanan, menyederhanakan proses, dan memanfaatkan teknologi.

Dugaan Pelanggaran Etika, DPD MPR Desak KPPG Sumut Copot Kepala SPPG Lubuk Baru 1 Tebing T...

DPD Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Tebing Tinggi mendesak KPPG Sumut segera copot Kepala SPPG Lubuk Baru 1 terkait dugaan pelanggaran etika dan moral.

Polsek Kualuh Leidong Gerebek Sarang Narkoba di Simandulang, Pemilik Rumah Diamankan Beser...

Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.

Tindak Lanjuti LHP Ombudsman, Pemko Tebing Tinggi Cabut SK 5 Kepling dan Bersihkan Nama 2 ...

Pemko Tebing Tinggi tindak lanjuti LHP Ombudsman RI Sumut. SK 5 Kepling dicabut akibat cacat administrasi, sementara 2 Kepling terbukti bukan anggota parpol.

Warga Tak Perlu Rujuk Jauh, RSUD Kumpulan Pane Tebing Tinggi Segera Buka Layanan Operasi J...

Pemko dan DPRD Tebing Tinggi memastikan fasilitas Cath Lab dan CT-Scan di RSUD Kumpulan Pane siap beroperasi Januari 2027 untuk layanan bedah saraf dan jantung.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Dalih “Cuma Senggolan” Tak Mempan, Istri Sah Pol...

Video viral oknum Kepala SPPG yang kepergok bersama wanita lain di parkiran KTV Medan berbuntut panjang. Istri sah resmi membuat laporan ke Polda Sumut.

#2

PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PEJABAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH K...

Pejabat diminta agar tidak terjebak pada rutinitas sehari-hari yang keluar dari kerangka peraturan perundang-undangan, melainkan terus memperbaiki pelayanan, menyederhanakan proses, dan memanfaatkan teknologi.

#3

Dugaan Pelanggaran Etika, DPD MPR Desak KPPG Sumut Copot Kep...

DPD Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Tebing Tinggi mendesak KPPG Sumut segera copot Kepala SPPG Lubuk Baru 1 terkait dugaan pelanggaran etika dan moral.

#4

Polsek Kualuh Leidong Gerebek Sarang Narkoba di Simandulang,...

Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.