Rangkaian pembinaan mental dan spiritual bagi generasi muda di Kota Tebing Tinggi kembali mencapai salah satu titik puncaknya. Pelaksanaan Musabaqah Tartil Qur’an (MTQ) Santri melalui program Gemmar Mengaji Tahun 2026 secara resmi telah berakhir.
Penutupan perhelatan bernuansa religi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik. Acara pamungkas tersebut berlangsung khidmat di Gedung Hj. Sawiyah pada Jumat (2/10/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa visi untuk menciptakan kota yang religius bukan sekadar wacana. Melalui kolaborasi berbagai pihak, tradisi baik di tengah masyarakat dapat terus dihidupkan demi mencetak bibit unggul yang berprestasi.
Puncak Kesuksesan Program Gemmar Mengaji
Bagi masyarakat lokal, Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji atau yang akrab disingkat Gemmar Mengaji bukanlah program yang asing. Ini adalah sebuah gerakan fundamental yang bertujuan menghidupkan kembali kearifan lokal masa lampau.
Zaman dahulu, waktu antara Maghrib hingga Isya selalu diisi dengan aktivitas membaca Al-Qur’an di rumah maupun masjid. Kini, melalui kompetisi musabaqah tartil yang berkesinambungan, pemerintah berusaha membangkitkan kembali semangat tersebut di kalangan anak-anak.
Dalam sambutannya, Sekda Erwin Suheri Damanik memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pendukung acara. Ia menilai antusiasme ratusan santri cilik yang terlibat menunjukkan bahwa kecintaan terhadap kitab suci masih tertanam kuat.
Membangun Akhlak Generasi Muda di Era Digital
Tantangan mendidik anak di era digital saat ini memang sangat kompleks. Serbuan gawai, media sosial, dan arus informasi yang tidak tersaring kerap kali mendistraksi fokus generasi muda dari nilai-nilai agama.
Oleh karena itu, kompetisi seperti ini tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang mengejar piala atau adu kehebatan semata. Lebih jauh, ini adalah metode ampuh untuk mengalihkan perhatian anak-anak kepada kegiatan yang jauh lebih positif.
“Teruslah semangat membaca Al-Qur’an. Semoga melalui kegiatan ini, lahir generasi Qur’ani yang membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Tebing Tinggi tercinta,” pesan Erwin Suheri Damanik di hadapan para santri.
Melibatkan masjid-masjid di seluruh penjuru kota merupakan langkah strategis. Masjid tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat ibadah rutinitas, tetapi bertransformasi menjadi pusat inkubasi akhlak dan kecerdasan emosional anak.

Sinergi Kuat Pemkot dan Elemen Masyarakat
Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari kerja kolektif yang solid. Erwin menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendirian dalam mewujudkan generasi muda yang tangguh secara moral.
Dibutuhkan sinergi berkelanjutan antara Pemerintah Kota Tebing Tinggi, para pengurus masjid (BKM), barisan guru mengaji, hingga peran vital orang tua di dalam rumah tangga. Jika seluruh elemen ini bergerak seirama, pendidikan Al-Qur’an akan semakin inklusif dan merata.
Turut hadirnya tokoh-tokoh penting dalam penutupan ini menjadi bukti nyata kuatnya dukungan lintas sektoral. Tampak hadir Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tebing Tinggi Husnul Adari, Kepala Bagian Kesra Azanul Akbar Lubis, hingga Ketua MUI H.M. Ghazali.

Apresiasi untuk Para Generasi Penerus
Rangkaian acara penutupan ini dibuka dengan lantunan indah ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh santri berprestasi, Jasmin Javas. Suasana hening dan syahdu menyelimuti seisi ruangan saat ayat suci dikumandangkan dengan tartil yang memukau.
Puncak kebahagiaan para peserta tergambar jelas saat sesi pembagian hadiah dimulai. Penyerahan penghargaan kepada para pemenang diserahkan langsung secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi, Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih.
Kehadiran sosok ibu nomor satu di jajaran Pemkot Tebing Tinggi beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Afrida Erwin Suheri Damanik semakin menambah nuansa kekeluargaan dalam acara tersebut.
Lahirnya para juara di ajang ini diharapkan mampu memotivasi santri lain untuk terus mengasah kemampuan. Pada akhirnya, piala hanyalah bonus, sementara kemenangan sejatinya adalah ketika akhlak mulia Al-Qur’an berhasil diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak kelak.


