Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Kota Tebing Tinggi melayangkan ultimatum dan pernyataan sikap tegas kepada pimpinan Kantor Perwakilan Program (KPPG) Sumatera Utara. Mereka mendesak adanya tindakan administratif terkait dugaan pelanggaran moral dan etika yang menyeret nama Kepala SPPG Lubuk Baru 1 Kota Tebing Tinggi.
Keresahan kelompok mahasiswa ini memuncak menyusul mencuatnya dugaan keras keterlibatan oknum pejabat pelayanan publik tersebut dalam kasus perselingkuhan serta dugaan penelantaran anak dan istri.
Dalam rilis pers yang diterima, DPD MPR Kota Tebing Tinggi menilai bahwa figur pemimpin yang mengabaikan tanggung jawab keluarga dan standar etika moral tidak layak memimpin sebuah lembaga pelayanan masyarakat. Tindakan amoral tersebut dinilai tidak hanya mencoreng nama baik institusi, melainkan turut merusak kredibilitas program-program kerakyatan yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia.
Ketua DPD MPR Kota Tebing Tinggi, Irgi, menegaskan bahwa integritas dan moralitas adalah syarat mutlak, atau harga mati, bagi setiap figur yang mengemban jabatan dan kepemimpinan publik di daerah.
“Kami tidak akan tinggal diam ketika marwah program mulia Bapak Presiden Republik Indonesia dinodai oleh moralitas bobrok oknum pejabat di daerah. Kami mendesak ketegasan mutlak dari KPPG Sumut untuk segera memecat dan mencopot Kepala SPPG Lubuk Baru 1 Kota Tebing Tinggi akibat dugaan perselingkuhan dan penelantaran anak-istri ini,” tegas Irgi dalam pernyataan resminya, Jumat (25/9/2026).
Irgi menggarisbawahi bahwa kepercayaan rakyat sangat mahal harganya dan tidak boleh dikhianati oleh pejabat yang dinilai mengalami krisis moral.
Melalui pernyataan sikap keras ini, DPD MPR Kota Tebing Tinggi memberikan batas waktu kepada jajaran KPPG Sumut untuk segera mengambil tindakan nyata dan transparan. Jika tuntutan tersebut diabaikan, elemen mahasiswa menegaskan kesiapan mereka untuk mengonsolidasikan massa, menggelar aksi turun ke jalan secara besar-besaran, serta mengeskalasi laporan ini ke tingkat pengawasan yang lebih tinggi di pusat.


