Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar

Beroperasi dari unit apartemen mewah, komplotan yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) ini menggunakan modus menyamar sebagai petugas OJK hingga Polri.

- Advertisement -

MEDAN – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Sumatera Utara berhasil membongkar jaringan kejahatan penipuan daring (online scamming) berskala internasional. Sindikat ini digerebek saat tengah beroperasi di salah satu unit Apartemen Podomoro, Kota Medan, pada Selasa (28/7/2026).

Direktur Reserse Siber Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Bayu Wicaksono, dalam keterangan persnya pada Rabu (5/8/2026), mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menetapkan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial FM sebagai tersangka utama dan otak di balik aksi kejahatan tersebut.

Modus Operandi: Menyamar Jadi Petugas OJK dan Polisi

Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki laporan dari seorang korban perempuan asal Kalimantan dengan nama samaran “Bunga”. Korban diketahui mengalami kerugian fantastis yang mencapai Rp6,7 miliar.

Kombes Pol Bayu Wicaksono membeberkan bahwa para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda dan sangat terorganisir. Tersangka FM bertugas menghubungi korban dan menyamar sebagai petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“FM mengaku sebagai petugas OJK dan mengatakan korban sedang dipantau polisi terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Setelah itu, rekan FM menghubungi korban dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dan petugas Kominfo,” jelas Bayu.

Taktik intimidasi dan manipulasi psikologis tersebut membuat korban panik. Tanpa sadar sedang masuk ke dalam perangkap, korban akhirnya mentransfer sejumlah uang secara bertahap hingga total kerugian mencapai Rp6,7 miliar. Sindikat ini bekerja sangat rapi, bahkan ketika penyidik kepolisian mencoba menghubungi korban untuk melakukan penyelidikan, korban justru meneruskan pesan polisi kepada tersangka karena sudah terlanjur percaya.

Jejak Kamboja dan Modus Love Scamming

Hasil pemeriksaan mendalam mengungkap bahwa jaringan ini memiliki rekam jejak kejahatan lintas negara. Para pelaku diketahui pernah bekerja dan menjalankan aksi online scamming serupa di Kamboja selama hampir satu tahun, sebelum akhirnya kembali ke negara masing-masing pada akhir 2025.

- Advertisement -

Pada Februari 2026, mereka kembali bersekutu dan menjadikan Kota Medan sebagai markas operasi. Sembari menunggu target kelas kakap di Indonesia, komplotan ini juga menjalankan modus penipuan asmara (love scamming).

“Mereka membuat akun Facebook seolah-olah seorang perempuan untuk berteman dengan calon korbannya. Karena belum mendapatkan target yang sesuai di Indonesia antara Februari hingga Juli 2026, mereka kemudian mengincar korban di India,” tambah Bayu.

Barang Bukti dan Status Pelaku WNA

Dalam penggerebekan di Apartemen Podomoro Medan, polisi mengamankan lima orang beserta sejumlah barang bukti bernilai tinggi yang diduga kuat merupakan hasil kejahatan.

Daftar Orang yang Diamankan di Lokasi:

Nama / InisialKewarganegaraanStatus / Peran
FMIndonesiaTersangka (Otak Pelaku / Petugas OJK Palsu)
MujahidPakistanSaksi (Sindikat Kamboja)
Ayub ZainPakistanSaksi (Sindikat Kamboja)
Karandeb SinghIndiaSaksi (Sindikat Kamboja)
TiaraIndonesiaSaksi (Asisten Rumah Tangga)

Barang Bukti yang Disita:

  • 2 unit mobil mewah
  • 1 unit sepeda motor
  • Sejumlah telepon genggam berbagai merek
  • Laptop dan perangkat komunikasi elektronik lainnya

Terkait status tiga WNA yang hingga kini masih berstatus sebagai saksi, Bayu menjelaskan bahwa tindak pidana yang mereka lakukan menargetkan korban di India dan Kamboja, sehingga hal tersebut berada di luar yurisdiksi penegakan hukum Indonesia.

Meski demikian, pihak Polda Sumut tidak tinggal diam dan sedang melakukan koordinasi intensif dengan Konsulat Jenderal India serta Konsulat Kamboja untuk menindaklanjuti proses hukum terhadap para WNA tersebut di yurisdiksi asalnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Pemko Tebing Tinggi Sambut Taruna Akpol, Sekdako: Jadikan Mo...

Rombongan Taruna Akademi Kepolisian hadir di SRMA 3 Tebing Tinggi untuk menanamkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada para siswa.

Penutupan PRSU 2026: Pemko Tebing Tinggi Siap Perkuat Kolabo...

Malam penutupan ajang pameran dan inovasi ke-50 ini menjadi momentum bagi seluruh daerah di Sumut untuk bangkit bersama. Tebing Tinggi turut mencetak kebanggaan lewat medali perak di cabang panahan.

Bawa Nama Baik Daerah, Wali Kota Tebing Tinggi Lepas Konting...

Berlangsung di halaman Balai Kota, Wali Kota H. Iman Irdian Saragih berpesan agar para peserta menjadikan momen ini sebagai ajang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

#2

Pemko Tebing Tinggi Sambut Taruna Akpol, Sekdako: Jadikan Mo...

Rombongan Taruna Akademi Kepolisian hadir di SRMA 3 Tebing Tinggi untuk menanamkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada para siswa.

#3

Penutupan PRSU 2026: Pemko Tebing Tinggi Siap Perkuat Kolabo...

Malam penutupan ajang pameran dan inovasi ke-50 ini menjadi momentum bagi seluruh daerah di Sumut untuk bangkit bersama. Tebing Tinggi turut mencetak kebanggaan lewat medali perak di cabang panahan.

#4

Bawa Nama Baik Daerah, Wali Kota Tebing Tinggi Lepas Konting...

Berlangsung di halaman Balai Kota, Wali Kota H. Iman Irdian Saragih berpesan agar para peserta menjadikan momen ini sebagai ajang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian.

Taggar Trending