Keberhasilan pemulangan 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh militer Israel membuahkan apresiasi tinggi dari parlemen. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, secara khusus memuji gaya kepemimpinan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam menuntaskan krisis kemanusiaan tersebut.
Bahtra menilai bahwa Menlu Sugiono sukses membuktikan tajamnya diplomasi Indonesia yang bekerja secara tenang, efektif, namun tetap memiliki daya tekan yang kuat di tengah tingginya tensi geopolitik dunia. Pendekatan ini dianggap sebagai angin segar di tengah maraknya gaya kepemimpinan yang haus sorotan.
“Pak Sugiono memperlihatkan kualitas kepemimpinan yang hari ini mulai langka yakni tidak banyak bicara. Tidak sibuk membangun sensasi, tetapi fokus bekerja dan menghadirkan hasil nyata,” ungkap Bahtra dalam keterangannya pada Minggu (24/5/2026).
Langkah elegan ini dinilai selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan kembali prinsip politik luar negeri non-blok bebas aktif. Di bawah komando Sugiono, pendekatan diplomasi Indonesia tampil lebih humanis dan tegak lurus pada prioritas perlindungan rakyat.
“Publik bisa melihat bahwa pemerintah bekerja dengan kesungguhan. Tidak banyak retorika, tetapi hasilnya jelas dirasakan rakyat,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini menguatkan kepercayaan publik terhadap komitmen negara untuk selalu hadir memberikan perlindungan bagi warganya di situasi sekompleks apa pun.
Sebagai informasi, kesembilan relawan kemanusiaan WNI tersebut akhirnya berhasil menginjakkan kaki kembali di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Setelah dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI, mereka menempuh rute penerbangan panjang via Istanbul dan Dubai menggunakan maskapai Emirates.
Rombongan tiba di Indonesia pada Minggu (24/5/2026) sore pukul 15.30 WIB. Momen kepulangan yang penuh haru tersebut turut disambut dan dijemput langsung oleh Menlu Sugiono di bandara.


