Fokus Ibadah, Jemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh via Kargo dari Madinah

- Advertisement -

Menjelang pergeseran massal dari Madinah menuju Makkah Al-Mukarramah, jemaah calon haji asal Indonesia mulai meramaikan layanan kargo barang sejak akhir April 2026. Langkah strategis ini dilakukan demi menyiasati tumpukan barang bawaan agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah.

Aktivitas pengiriman kargo ini melonjak tajam seiring dengan meningkatnya antusiasme jemaah dalam berburu oleh-oleh di Madinah. Dengan mengirimkan barang lebih awal ke Tanah Air, jemaah tidak perlu lagi dipusingkan dengan beban koper yang berlebih.

Astuti, salah seorang jemaah asal Pinrang, mengaku telah merogoh kocek sekitar sembilan juta rupiah khusus untuk memborong oleh-oleh bagi keluarganya. Ia memilih memanfaatkan layanan kargo agar setibanya di Makkah, ia bisa mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya untuk beribadah.

“Saya pilih kirim sekarang supaya nanti fokus ibadah di Makkah. Saya tidak ingin terganggu urusan belanja saat di Tanah Suci,” ungkap Astuti kepada petugas Media Center Haji di Madinah, Jumat (1/5/2026).

Optimalisasi Waktu Ibadah di Makkah

Strategi serupa juga diterapkan oleh Megawati, jemaah haji lainnya. Ia merasa pengiriman barang di awal sangat efektif untuk mengurangi kesibukan mencari buah tangan jelang jadwal kepulangan nanti.

“Sengaja melakukan pengiriman di awal untuk mengurangi kesibukan mencari oleh-oleh menjelang kepulangan ke Indonesia. Jadi bisa berfokus beribadah di Masjidil Haram,” jelas Megawati.

Hal senada diutarakan oleh Muhamad Darwis, yang telah memaketkan sekitar 10 kilogram barang yang didominasi oleh kurma dan pakaian khas Arab Saudi. “Saya pilih kargo karena praktis dan tidak membawa beban berat. Cara ini membuat perjalanan ibadah terasa lebih nyaman,” akunya lega.

- Advertisement -

Tarif Kargo dan Estimasi Pengiriman

Menanggapi fenomena ini, petugas Pos Indonesia, Abdul Ghani, memaparkan bahwa layanan kargo khusus haji ini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Layanan ini dirancang khusus untuk memudahkan jemaah dengan jangkauan pengiriman ke seluruh pelosok wilayah Indonesia.

Adapun estimasi waktu pengiriman berkisar antara tujuh hingga empat belas hari kerja. Untuk tarifnya sendiri, jemaah rata-rata dikenakan biaya sekitar 23 riyal per kilogram barang kiriman. Kehadiran layanan ini terbukti sangat membantu kelancaran operasional dan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

PT Bridgestone Absen Mediasi Sengketa Lahan, Bupati Sergai S...

Warga menuding pihak perusahaan melakukan tindakan represif yang memicu bentrokan. Pemkab Sergai berjanji akan membentuk tim Forkopimda dan terus memanggil pihak perusahaan untuk menyelesaikan konflik HGU yang telah berlarut-larut.

Wali Kota Iman Irdian Saragih: Jadikan Muharram Momentum Hij...

Hadir di Masjid Jami' Nurul Mubin, Wali Kota serahkan tali kasih ke kafilah MTQ Sumut Dan Santunan Anak Yatim. Ajak masyarakat teladani semangat hijrah untuk perubahan kota

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

#2

#3

PT Bridgestone Absen Mediasi Sengketa Lahan, Bupati Sergai S...

Warga menuding pihak perusahaan melakukan tindakan represif yang memicu bentrokan. Pemkab Sergai berjanji akan membentuk tim Forkopimda dan terus memanggil pihak perusahaan untuk menyelesaikan konflik HGU yang telah berlarut-larut.

#4

Wali Kota Iman Irdian Saragih: Jadikan Muharram Momentum Hij...

Hadir di Masjid Jami' Nurul Mubin, Wali Kota serahkan tali kasih ke kafilah MTQ Sumut Dan Santunan Anak Yatim. Ajak masyarakat teladani semangat hijrah untuk perubahan kota

Taggar Trending