Pria 43 Tahun Ditemukan Meninggal di Waduk PLTA Dairi, Polisi Selidiki Temuan Sandal dan Kendaraan

Korban yang diduga sebagai operator outsourcing PLTA sempat dilaporkan hilang pada malam sebelumnya. Kawasan waduk diketahui merupakan area terbatas yang memerlukan izin khusus untuk akses masuk.

- Advertisement -

Sesosok jasad pria berusia 43 tahun ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Danau Buatan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Sileu-leu Parsaoran, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, pada Sabtu (27/6/2026). Penemuan ini memicu penyelidikan kepolisian setempat untuk mengungkap kronologi dan penyebab pasti insiden tersebut.

Kapolsek Sumbul, AKP Rapolo Tambunan, mengonfirmasi bahwa informasi awal mengenai penemuan jasad tersebut berasal dari laporan masyarakat sekitar. Pihak kepolisian segera merespons dengan menurunkan personel ke tempat kejadian perkara (TKP).

Dugaan Identitas dan Kronologi Kehilangan

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, korban diduga bernama Doni Sipayung, seorang warga Kota Medan. Korban diketahui bekerja sebagai operator di PLTA 66 Group melalui sebuah perusahaan outsourcing.

Sebelum jasadnya ditemukan, korban sempat dilaporkan hilang pada malam harinya, sekitar pukul 21.30 WIB, karena sudah tidak terlihat lagi beraktivitas di sekitar lokasi kerjanya. Pihak keluarga korban saat ini dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju Polsek Sumbul untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan kepolisian.

Petunjuk Awal di Area Terbatas

Dalam proses pemeriksaan awal di sekitar kawasan waduk, petugas kepolisian menemukan sejumlah barang bukti yang diyakini sebagai petunjuk awal. Barang bukti tersebut meliputi kendaraan yang diduga biasa digunakan oleh korban serta sebuah sandal sebelah kanan miliknya.

Menurut keterangan masyarakat setempat, kawasan Waduk Danau Buatan PLTA tersebut bukanlah area yang bisa diakses secara bebas oleh publik. Tempat tersebut merupakan area terbatas yang mewajibkan setiap orang yang masuk untuk memiliki izin dan berkoordinasi langsung dengan manajemen perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polsek Sumbul masih terus mendalami kasus ini. Proses evakuasi dan pengumpulan keterangan saksi di lapangan terus dilakukan guna memastikan penyebab kematian korban.

“Saat ini personel masih melakukan evakuasi korban dan penyelidikan. Keterangan resmi akan kami sampaikan setelah proses di lapangan selesai.” — AKP Rapolo Tambunan, Kapolsek Sumbul.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Wali Kota Tebing Tinggi: Tidak Anti Kritik, Dialog dengan Ma...

Menggandeng unsur Forkopimda, Cipayung Plus, dan berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP), Wali Kota menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas daerah guna menarik investor dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Wali Kota Iman Irdian Saragih: Beasiswa untuk Skripsi, UMKM ...

H. Iman Irdian Saragih berpesan agar bantuan digunakan secara produktif, tepat sasaran, dan menghindari perilaku konsumtif demi kemajuan usaha serta pendidikan masyarakat.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

#2

#3

Wali Kota Tebing Tinggi: Tidak Anti Kritik, Dialog dengan Ma...

Menggandeng unsur Forkopimda, Cipayung Plus, dan berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP), Wali Kota menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas daerah guna menarik investor dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

#4

Wali Kota Iman Irdian Saragih: Beasiswa untuk Skripsi, UMKM ...

H. Iman Irdian Saragih berpesan agar bantuan digunakan secara produktif, tepat sasaran, dan menghindari perilaku konsumtif demi kemajuan usaha serta pendidikan masyarakat.

Taggar Trending