Tragedi memilukan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Invaliden, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, pada Minggu (21/6/2026) subuh. Sebuah truk tronton bermuatan berat yang diduga mengalami rem blong memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan.
Peristiwa tragis ini merenggut nyawa dua orang anak di bawah umur yang tewas di tempat kejadian akibat terlindas truk. Kedua korban meninggal diketahui bernama Shern Oktavia Sibagariang (9) dan Andika Purnomo Sinaga (12), warga asal Bukit Selamat Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kronologi Kecelakaan Beruntun
Kanit Gakkum Satlantas Polres Dairi, Aipda Analisa Sinuraya, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 04.15 WIB ini melibatkan empat unit kendaraan, yakni:
- Truk Tronton CAMC (B 9335 BYX)
- Truk Isuzu Box (B 9250 YXX)
- Daihatsu Grand Max Pick Up (BK 8219 PO)
- Minibus Toyota Avanza (BK 1292 UP)
Petaka bermula saat truk tronton losbak yang dikemudikan oleh Bahrim Tarigan (56) melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Medan menuju Sidikalang membawa muatan besi baja H. Di jalur menurun, truk diduga kuat mengalami rem blong.
Truk tak terkendali itu pertama kali menghantam bagian belakang Truk Isuzu Box yang dikemudikan Frengki Situmorang hingga kendaraan tersebut terjungkal. Laju tronton yang belum berhenti kemudian menabrak mobil Daihatsu Grand Max Pick Up yang ditumpangi belasan orang.
Benturan keras membuat mobil pick up tersebut terguling berkali-kali. Nahas, beberapa penumpang terlempar keluar dari bak mobil, dan dua bocah yang terjatuh langsung terlindas roda truk tronton yang terus melaju. Sopir tronton yang panik kemudian membanting setir ke arah kanan jalan hingga akhirnya berhenti setelah menabrak dan merubuhkan rumah warga.
Daftar Korban Kecelakaan
Selain dua korban jiwa, kecelakaan ini juga mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka berat dan ringan. Seluruh korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Sidikalang.
Korban Meninggal Dunia:
- Shern Oktavia Sibagariang (9 tahun)
- Andika Purnomo Sinaga (12 tahun)
Korban Luka Berat:
- Annita Poppy Sinaga
- Andreas Sinaga
Korban Luka Ringan:
- Coki Renaldi Sibagariang
- Serli Sibagariang
- Steril Agnesa Sibagariang
- Valentina Pasaribu
- Dorlina Nainggolan (Pemilik rumah yang tertabrak truk)
Pihak keluarga saat ini masih berunding untuk memutuskan apakah kedua jenazah bocah malang tersebut akan dibawa pulang ke Besitang, Langkat, atau langsung dibawa ke Barus, Tapanuli Tengah.
Kesaksian Sopir Pick Up dan Warga Sekitar
Menurut penuturan Perangin-angin, sopir mobil Daihatsu Grand Max, rombongan keluarga Sibagariang dan Sinaga tersebut menyewa mobilnya untuk menghadiri acara pesta keluarga di Barus yang sedianya digelar pada Senin (22/6/2026). Rombongan berangkat dari Langkat pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB.
“Sebenarnya dari awal saya tidak mau, tetapi karena saling kenal, ya saya mau aja. Jalan santainya kami berangkat. Terakhir mobil sayalah disewa setelah mereka batal merental minibus Panther,” lirih Perangin-angin yang selamat dan hanya menderita luka gores di pelipis.
Sementara itu, kengerian kecelakaan ini juga dirasakan oleh warga setempat, Edison Lumban Gaol. Ia terbangun dari tidur karena mendengar suara gemuruh yang sangat keras di depan rumahnya.
“Bagai disambar petir saya melihat truk nyaris menabrak rumahku, penuh kepulan asap dan tiba-tiba listrik padam. Rumah tetangga sebelah kanan kami rubuh dan hancur, menyebabkan boru Nainggolan terjepit di antara kepala truk tronton di tempat tidurnya. Puji Tuhan, kami dan tetangga kami itu masih selamat dari maut,” ungkap Edison menceritakan kepanikannya saat subuh itu.
“Tiba-tiba teriakan histeris minta tolong datang dari tetangga membuat suasana panik. Ternyata kami nyaris jadi korban maut truk rem blong yang sudah parkir di depan rumah saya. Rumah tetangga hancur dan penghuninya terjepit di tempat tidur.” — Edison Lumban Gaol, Warga dan Saksi Mata di Lokasi Kejadian.


