Kakanwil Kemenag Sumut: Kurban Bukan Sekadar Menyembelih Hewan, Melainkan Membunuh Sifat Egoisme dan Nafsu Duniawi

Sebanyak enam ekor lembu hasil sumbangsih ASN Kanwil Kemenag Sumut disembelih di RPH Deli Serdang. Daging kurban didistribusikan langsung kepada kaum duafa, panti asuhan, dan keluarga besar Kemenag untuk mempererat tali silaturahmi.

- Advertisement -

DELI SERDANG – Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 Masehi menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk merefleksikan kembali tingkat keimanan dan kepedulian sosial mereka. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kemenag Sumut), Ahmad Qosbi, memberikan pesan spiritual yang mendalam terkait esensi sebenarnya dari ibadah kurban.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ahmad Qosbi saat menghadiri dan meninjau langsung pelaksanaan penyembelihan hewan kurban jajaran Kanwil Kemenag Sumut yang dilangsungkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jalan Inpres Blok Gading Nomor 87, Kampung Lalang, Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis (28/5/2026).

Menanggalkan Sifat Hewani, Mempertebal Keikhlasan

Dalam arahannya, Ahmad Qosbi menekankan bahwa ritual kurban tidak boleh hanya dimaknai sebatas penyembelihan hewan ternak secara fisik dan pembagian dagingnya semata. Jauh di balik itu, kurban adalah sebuah prosesi simbolik yang sarat akan makna transendental.

Menurut Qosbi, pisau yang menyembelih hewan kurban sejatinya adalah manifestasi dari tekad seorang hamba untuk “menyembelih” atau menghilangkan sifat-sifat buruk yang bersarang di dalam dada manusia, seperti egoisme, keserakahan, dan nafsu duniawi yang tak terkendali.

“Makna spiritual kurban mengajarkan kita semua sebagai manusia untuk mencari rezeki dengan cara yang halal dan diridhai Allah SWT, tanpa harus merugikan apalagi menyakiti orang lain di sekitar kita. Sebaliknya, sifat hewani yang harus kita buang adalah kecenderungan mencari kesenangan sendiri tanpa memikirkan penderitaan orang lain,” papar Ahmad Qosbi.

Ia juga menambahkan bahwa kurban merupakan sarana yang sangat efektif untuk melatih keikhlasan hati dan mengurangi kecintaan yang berlebihan terhadap tumpukan harta benda dunia.

“Ibadah kurban ini menjadi bentuk rasa syukur yang paling nyata atas segala limpahan nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sekaligus sarana berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang sedang dalam kondisi membutuhkan,” tegasnya.

- Advertisement -

Meneladani Ketaatan Total Nabi Ibrahim AS

Pada kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenag Sumut tersebut juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang hadir untuk merenungkan kembali kisah agung pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

Ujian terberat yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim ketika diperintahkan untuk mengorbankan putra yang sangat dicintainya merupakan puncak dari ketaatan (total submission) seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Ini menjadi refleksi iman kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti halnya Nabi Ibrahim yang sangat mencintai anaknya, Nabi Ismail, namun cinta kepada Allah ternyata berada di atas segalanya,” ucap Qosbi dengan penuh haru.

Rincian Pelaksanaan Kurban Kanwil Kemenag Sumut 1447 H

Guna memastikan penyaluran kurban berjalan lancar, panitia penyelenggara telah melakukan pendataan dan persiapan yang matang. Ketua Panitia Kurban Kanwil Kemenag Sumut, Bonggal Ritonga, dalam laporannya memaparkan rincian pelaksanaan kegiatan penyembelihan pada tahun ini.

Berikut adalah rincian data pelaksanaan ibadah kurban jajaran Kanwil Kemenag Sumut tahun 1447 H / 2026 M:

Aspek PelaksanaanDetail Keterangan
Hari / TanggalKamis, 28 Mei 2026
Lokasi PenyembelihanRumah Pemotongan Hewan (RPH) Jl. Inpres Blok Gading No. 87, Kampung Lalang, Kabupaten Deli Serdang
Total Hewan Kurban6 Ekor Lembu (Sapi)
Sumber Dana KurbanPartisipasi dan sumbangan kolektif ASN Kanwil Kemenag Sumut
Titik Distribusi 1Masyarakat kurang mampu (kaum duafa) di sekitar lingkungan kantor
Titik Distribusi 2Panti Asuhan di wilayah Medan dan Deli Serdang
Titik Distribusi 3Jajaran ASN dan keluarga besar Kanwil Kemenag Sumut

Semangat Berbagi dan Menjaga Silaturahmi

Bonggal Ritonga menegaskan bahwa keenam ekor lembu yang disembelih pada hari ini merupakan hasil dari kesadaran dan niat tulus jajaran ASN Kanwil Kemenag Sumut yang ingin berbagi keberkahan di Hari Raya Iduladha.

Pendistribusian daging kurban diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu (duafa) yang tinggal di sekitar lingkungan kantor, sejumlah panti asuhan, dan selebihnya dibagikan kepada keluarga besar ASN Kemenag Sumut.

Seluruh rangkaian kegiatan berkurban ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mempererat tali silaturahmi antarpegawai, sekaligus meningkatkan kepedulian dan kohesi sosial di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Kutipan Terpilih:

“Ibadah kurban juga menjadi bentuk rasa syukur untuk nikmat yang diberikan Allah SWT, sekaligus sarana berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi refleksi iman kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti Nabi Ibrahim yang sangat mencintai anaknya Nabi Ismail.”

— Ahmad Qosbi, Kakanwil Kemenag Sumatera Utara.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Lepas Dua Duta Terbaik ke Seleksi MTQ Provinsi, Sekdako Tebi...

Kota Tebing Tinggi mengirimkan perwakilan cabang Tahfizh Alquran 30 Juz dan Tilawah Remaja Putri. Keberangkatan kafilah difasilitasi penuh menuju lokasi seleksi di Deli Serdang.

Walikota Tidak Anti-Kritik, Ajak Cipayung Plus Diskusi Santa...

Pemerintah tidak anti-kritik. Kami justru sangat berharap adik-adik mahasiswa memberikan saran dan kritik yang membangun demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi

Rambu Lalu Lintas Terus Disikat Maling, Dishub Tebing Tinggi...

Rambu Lalu Lintas Terus Disikat Maling, Dishub Tebing Tinggi Rugi Puluhan Juta: "Sudah Berulang Kali Kita Ganti!"

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Lepas Dua Duta Terbaik ke Seleksi MTQ Provinsi, Sekdako Tebi...

Kota Tebing Tinggi mengirimkan perwakilan cabang Tahfizh Alquran 30 Juz dan Tilawah Remaja Putri. Keberangkatan kafilah difasilitasi penuh menuju lokasi seleksi di Deli Serdang.

#2

#3

Walikota Tidak Anti-Kritik, Ajak Cipayung Plus Diskusi Santa...

Pemerintah tidak anti-kritik. Kami justru sangat berharap adik-adik mahasiswa memberikan saran dan kritik yang membangun demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi

#4

Rambu Lalu Lintas Terus Disikat Maling, Dishub Tebing Tinggi...

Rambu Lalu Lintas Terus Disikat Maling, Dishub Tebing Tinggi Rugi Puluhan Juta: "Sudah Berulang Kali Kita Ganti!"

Taggar Trending