TEBING TINGGI – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap tebal kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Paparan asap sisa pembakaran yang mengandung partikel halus dan gas beracun sangat rentan memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, hingga iritasi mata dan kulit.
Menyikapi kondisi kualitas udara yang berpotensi memburuk, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mengambil langkah proaktif dalam menjaga daya tahan tubuh. Kondisi imun yang prima menjadi benteng pertahanan utama agar tubuh tidak mudah tumbang akibat paparan polusi udara ekstrem yang terbawa angin.
Untuk meminimalisir dampak buruk dari kabut asap Karhutla, berikut adalah langkah-langkah mitigasi kesehatan yang wajib diterapkan oleh warga:
- Gunakan Masker yang Tepat: Saat terpaksa beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker berstandar medis seperti N95 atau KN95. Masker jenis ini dirancang khusus untuk menyaring partikel polusi sangat halus (PM 2.5) yang banyak terdapat pada asap Karhutla.
- Kurangi Aktivitas Luar Ruangan (Outdoor): Batasi kegiatan fisik dan olahraga di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit paru. Tutup rapat pintu dan jendela agar polusi asap tidak masuk ke dalam rumah.
- Perbanyak Minum Air Putih: Paparan asap Karhutla dapat menyebabkan dehidrasi dan iritasi pada tenggorokan. Mengonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari akan membantu membersihkan saluran pernapasan dari racun dan debu yang tidak sengaja terhirup.
- Konsumsi Nutrisi Seimbang dan Suplemen: Tingkatkan asupan makanan bergizi yang kaya akan antioksidan, seperti sayuran hijau dan buah-buahan. Bila perlu, konsumsi tambahan vitamin C untuk mendongkrak sistem kekebalan tubuh secara optimal.
- Jaga Kebersihan Udara Dalam Ruangan: Jika memungkinkan, gunakan air purifier (penjernih udara) di dalam rumah untuk membantu menyaring kualitas udara agar tetap bersih dan aman bagi keluarga.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak menyepelekan gejala gangguan kesehatan. Jika mulai merasakan sesak napas, dada terasa berat, batuk yang tak kunjung reda, atau pusing luar biasa, warga diminta segera mengunjungi Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat seperti Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.


