Darurat Judi Online: OJK Blokir 36 Ribu Rekening, Perputaran Uang di Jabar dan Jakarta Tembus Ratusan Miliar

Langkah tegas diambil pemerintah guna memberantas epidemi judi online. ASN yang terjerat dan menumpuk utang terancam sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.

- Advertisement -

TEBING TINGGI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin memperketat ruang gerak pelaku judi online (judol) di Indonesia. Sebagai upaya pemberantasan praktik ilegal yang merusak tatanan ekonomi dan sektor keuangan nasional, OJK telah menginstruksikan perbankan untuk memblokir 36.191 rekening yang terindikasi kuat terkait dengan aktivitas perjudian daring.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa instruksi pemblokiran ini merupakan tindak lanjut dari data yang diserahkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Peningkatan Eskalasi Pemblokiran Rekening

Dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK di Jakarta, Selasa (7/7/2026), Dian Ediana Rae menjelaskan langkah mitigasi yang diambil otoritas perbankan.

“Terkait dengan pemberantasan perjudian daring yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta perbankan untuk melakukan enhanced due diligence (EDD) dan/atau pemblokiran atas kurang lebih 36.191 rekening,” papar Dian.

Jumlah rekening yang diblokir ini tercatat mengalami lonjakan sekitar 3.000 rekening jika dibandingkan dengan posisi pada April 2026, di mana saat itu angka pemblokiran berada di 33.836 rekening.

Peta Persebaran Pemain Judi Online Tertinggi

Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat teratas sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Indonesia.

Berikut adalah rincian empat wilayah dengan angka pemain dan nilai transaksi deposit terbesar:

- Advertisement -
Kota/KabupatenJumlah PemainNilai Transaksi Deposit
Kab. Bogor103.092 orangRp414,4 Miliar
Jakarta Barat89.320 orangRp606,6 Miliar
Jakarta Timur81.750 orangRp425,9 Miliar
Kota Bandung80.549 orangRp341,7 Miliar

Secara demografis, PPATK juga mencatat bahwa epidemi judol ini paling banyak menjangkiti kelompok usia produktif. Kelompok usia 20-30 tahun menempati prevalensi tertinggi, disusul oleh kelompok usia 31-40 tahun.

Ultimatum Tegas Pemecatan ASN

Menyikapi tingginya angka perputaran uang dan pemain di wilayahnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, langsung mengeluarkan ultimatum keras bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Farhan tidak segan-segan menjatuhkan sanksi terberat bagi abdi negara yang terbukti kecanduan. “Kalau dia hanya main sekali dua kali ketahuan, masih bisa kita tegur. Tapi kalau sudah menggalang utang, langsung diberhentikan dengan tidak hormat,” tegasnya.

Pendekatan Psikologis untuk Pecandu

Dari kacamata medis, psikolog klinis Tri Iswardani menjelaskan bahwa kecanduan judi online sangat bisa dideteksi lewat perubahan perilaku yang drastis. Gejalanya meliputi kecenderungan menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya, sering berbohong kepada keluarga, menghabiskan waktu berlebihan di depan layar gawai, hingga terjerat utang dan Pinjaman Online (Pinjol).

Meski demikian, Tri menegaskan bahwa kecanduan ini masih bisa disembuhkan jika penderita mendapat pendampingan sejak dini melalui pendekatan psikologis dan bantuan profesional. Langkah kuratif ini harus dibarengi dengan pengalihan kebiasaan ke aktivitas yang lebih positif, serta pembatasan akses secara ketat terhadap platform perjudian.

“Kalau dia hanya main sekali dua kali ketahuan masih bisa kita tegur. Tapi kalau sudah menggalang utang, langsung diberhentikan dengan tidak hormat.”

— Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Lepas Dua Duta Terbaik ke Seleksi MTQ Provinsi, Sekdako Tebi...

Kota Tebing Tinggi mengirimkan perwakilan cabang Tahfizh Alquran 30 Juz dan Tilawah Remaja Putri. Keberangkatan kafilah difasilitasi penuh menuju lokasi seleksi di Deli Serdang.

Walikota Tidak Anti-Kritik, Ajak Cipayung Plus Diskusi Santa...

Pemerintah tidak anti-kritik. Kami justru sangat berharap adik-adik mahasiswa memberikan saran dan kritik yang membangun demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi

Rambu Lalu Lintas Terus Disikat Maling, Dishub Tebing Tinggi...

Rambu Lalu Lintas Terus Disikat Maling, Dishub Tebing Tinggi Rugi Puluhan Juta: "Sudah Berulang Kali Kita Ganti!"

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Lepas Dua Duta Terbaik ke Seleksi MTQ Provinsi, Sekdako Tebi...

Kota Tebing Tinggi mengirimkan perwakilan cabang Tahfizh Alquran 30 Juz dan Tilawah Remaja Putri. Keberangkatan kafilah difasilitasi penuh menuju lokasi seleksi di Deli Serdang.

#2

#3

Walikota Tidak Anti-Kritik, Ajak Cipayung Plus Diskusi Santa...

Pemerintah tidak anti-kritik. Kami justru sangat berharap adik-adik mahasiswa memberikan saran dan kritik yang membangun demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi

#4

Rambu Lalu Lintas Terus Disikat Maling, Dishub Tebing Tinggi...

Rambu Lalu Lintas Terus Disikat Maling, Dishub Tebing Tinggi Rugi Puluhan Juta: "Sudah Berulang Kali Kita Ganti!"

Taggar Trending