PADANGSIDIMPUAN — BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padangsidimpuan menyelenggarakan program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) bagi para ahli waris peserta pada Selasa (18/8/2026).
Mengusung tema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan manfaat jangka panjang yang lebih luas bagi keluarga peserta, melampaui sekadar perlindungan dari risiko sosial ekonomi.
Fokus dan Latar Belakang Kegiatan
Program ini dirancang khusus untuk membantu para ahli waris yang telah memiliki atau sedang merintis usaha. Seringkali, pelaku usaha pemula menghadapi kendala operasional, antara lain:
- Keterbatasan strategi dan jangkauan pemasaran.
- Minimnya literasi pengelolaan keuangan usaha.
- Kurangnya keterampilan memanfaatkan media digital untuk menjangkau calon pelanggan.
Menjawab tantangan tersebut, kegiatan PEKA dikemas secara interaktif melalui format pelatihan, diskusi, sharing pengalaman, dan praktik langsung.
Materi Pembekalan untuk Ahli Waris
BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan narasumber ahli dan praktisi untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis, yang mencakup:
- Manajemen Keuangan Sederhana: Berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), peserta diajarkan pentingnya mencatat arus kas, memisahkan keuangan pribadi dengan usaha, serta pengenalan layanan perbankan yang mendukung bisnis.
- Pemasaran Digital (Digital Marketing): Praktisi content creator membagikan strategi pemanfaatan platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp untuk meningkatkan penjualan.
- Praktik Pembuatan Konten: Peserta dilatih dasar-dasar fotografi dan videografi produk hanya dengan menggunakan telepon seluler (HP), serta langsung mempraktikkan pembuatan konten promosi untuk produk mereka masing-masing.
Komitmen BPJS Ketenagakerjaan
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan, Christian Natanael Sianturi, menekankan pentingnya adaptasi digital bagi kelangsungan ekonomi keluarga peserta.
“Melalui kegiatan PEKA ini, kami ingin memastikan bahwa manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti pada pemberian perlindungan ketika peserta mengalami risiko sosial ekonomi, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan dan kemandirian ekonomi keluarga, khususnya para ahli waris.”
Christian menambahkan bahwa pemasaran kini tak lagi dibatasi oleh batasan geografis. Dengan keterampilan digital yang tepat, jangkauan pasar para pelaku usaha dapat menjadi jauh lebih luas.
Acara yang turut melibatkan sinergi dari Pemerintah Daerah ini diharapkan menjadi bekal awal agar para ahli waris mampu tumbuh menjadi wirausahawan yang mandiri, produktif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.


