TEBING TINGGI – Warga Kota Tebing Tinggi dan daerah penyangga di sekitarnya kini bisa bernapas lega. Mulai awal tahun depan, penanganan medis krusial seperti operasi jantung dan bedah saraf dipastikan dapat dilakukan langsung di RSUD dr. H. Kumpulan Pane.
Kepastian ini didapat setelah Wali Kota Tebing Tinggi bersama jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) turun langsung meninjau kesiapan infrastruktur medis di rumah sakit pelat merah tersebut pada pekan ini.
Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif secara bersamaan ini menjadi sinyal kuat harmonisasi pemerintahan daerah dalam memprioritaskan hak kesehatan masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako), Wakil Ketua I DPRD Kota Tebing Tinggi Muhammad Ikhwan, S.H., M.H., Ketua Komisi I Ir. Hiras Gumanti, dan Anggota DPRD Fadli Umam. Turut mendampingi pula Kepala Dinas Kesehatan serta Direktur RSUD dr. H. Kumpulan Pane beserta jajaran.
Sinergi Daerah dan Pusat Hadirkan Cath Lab
Fokus utama pembenahan layanan di RSUD Kumpulan Pane saat ini adalah pemasangan alat kesehatan berteknologi tinggi bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Pemerintah pusat telah mengalokasikan fasilitas Cath Lab (Laboratorium Kateterisasi) serta peralatan medis lanjutan lainnya untuk menunjang kebutuhan operasi jantung dan bedah saraf.
Wali Kota Tebing Tinggi menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Kemenkes RI. Jika berjalan sesuai jadwal, seluruh fasilitas penunjang tersebut ditargetkan sudah beroperasi secara penuh melayani pasien pada Januari 2027 mendatang.
Tidak berhenti di situ, kapasitas diagnostik rumah sakit juga akan segera diperkuat dengan kedatangan alat CT-Scan generasi terbaru. Alat ini diproyeksikan mampu mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnosis tenaga medis terhadap kondisi pasien.
Strategi Rujukan Lintas Daerah
Peningkatan fasilitas ini memiliki dampak strategis yang jauh lebih luas dari sekadar perbaikan layanan kota.
Secara geografis, letak RSUD Kumpulan Pane sangat strategis karena dikelilingi oleh kabupaten penyangga. Ke depan, langkah progresif Pemko Tebing Tinggi ini akan memutus rantai birokrasi rujukan yang panjang.
Warga dari Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Simalungun, hingga Batu Bara tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke ibukota provinsi hanya untuk mendapatkan layanan bedah spesifik.
Melalui lompatan fasilitas ini, Pemko dan DPRD Tebing Tinggi menegaskan komitmen mereka. Tidak hanya sekadar menyiapkan alat canggih, seluruh elemen rumah sakit juga dituntut untuk terus mengedepankan keramahan, kecepatan, dan kenyamanan demi menghadirkan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat luas.


