Bantah Hoaks 522 Pelajar Terpapar, Kemenkes dan Dinkes Sidoarjo Beberkan Data Asli Kasus HIV

Tingginya angka penemuan kasus HIV di Sidoarjo bukan berarti lonjakan penularan baru, melainkan bukti keberhasilan perluasan layanan deteksi dini. Masyarakat diimbau stop stigma terhadap ODHIV.

- Advertisement -

SIDOARJO – Beredarnya video viral di media sosial yang menyebutkan sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV-AIDS sukses memicu kepanikan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Menanggapi isu liar tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo langsung turun tangan meluruskan fakta.

Dinkes Sidoarjo dengan tegas membantah angka ratusan pelajar yang diklaim terpapar HIV tersebut. Kemenkes RI juga mengajak masyarakat untuk memahami data secara utuh, objektif, dan tidak memberikan stigma negatif terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Bantahan Angka Pelajar dan Rincian Data Kumulatif

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa angka 522 pelajar tersebut sama sekali tidak sesuai dengan data resmi pemerintah.

Berdasarkan pencatatan resmi situasi HIV di Sidoarjo (akumulasi sejak tahun 2001 hingga Juni 2026), total kumulatif kasus HIV pada kelompok usia 0-24 tahun memang mencapai 1.183 kasus. Namun, jika dibedah khusus untuk kelompok usia sekolah (11-17 tahun), angkanya jauh di bawah klaim yang beredar.

Berikut adalah rincian data kumulatif kasus HIV usia 0-24 tahun di Kabupaten Sidoarjo (2001 – Juni 2026):

Kelompok UsiaTotal KasusJalur Penularan UtamaStatus Terkini (Jalani Terapi ARV)
0 – 10 Tahun117 KasusVertikal (100% Penularan Ibu ke Anak)32 Anak (35 Meninggal, 50 Lost to Follow-Up)
11 – 17 Tahun60 KasusHorizontal (56 Kasus), Vertikal (4 Kasus)34 Anak (7 Meninggal, 19 Lost to Follow-Up)
18 – 24 Tahun1.006 KasusHorizontal (Mayoritas populasi kunci)572 Orang (123 Meninggal, 311 Lost to Follow-Up)

Dari data di atas, terlihat jelas bahwa pada kelompok usia pelajar (11-17 tahun), hanya terdapat 60 kasus kumulatif dalam 25 tahun terakhir. Karena 7 di antaranya telah meninggal dunia, maka saat ini hanya tersisa 53 anak usia pelajar yang hidup dengan HIV di Sidoarjo.

Sementara itu, lonjakan angka terbesar berada di usia dewasa muda (18-24 tahun) yang didominasi oleh penularan horizontal melalui populasi kunci, seperti LSL (Laki-laki Seks Laki-laki) sebanyak 521 kasus, hingga kelompok berisiko lainnya.

- Advertisement -

Peningkatan Kasus = Keberhasilan Deteksi Dini

Kemenkes menggarisbawahi bahwa peningkatan angka penemuan kasus ini tidak bisa dimaknai secara langsung sebagai lonjakan penularan atau wabah baru.

Peningkatan angka ini mencerminkan semakin efektif dan meluasnya cakupan layanan tes deteksi dini HIV di fasilitas pelayanan kesehatan—baik rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun komunitas. Dengan masifnya deteksi dini, semakin banyak masyarakat yang mengetahui status HIV mereka sehingga bisa segera mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV).

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Menindaklanjuti tingginya perhatian publik, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes telah melakukan supervisi langsung ke Sidoarjo, termasuk ke Delta Crisis Center (DCC), untuk mengevaluasi program pencegahan dan pendampingan.

Pemerintah juga terus memperkuat layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA). Sepanjang 2022 hingga Juni 2026, tercatat ada 163 ibu hamil positif HIV di Sidoarjo. Seluruh ibu hamil kini didorong untuk menjalani skrining HIV terpadu, agar terapi ARV bisa segera diberikan untuk menekan risiko penularan ke bayi hingga di bawah 2%.

“Dari 60 kasus itu, sebanyak 7 anak telah meninggal. Sehingga saat ini terdapat 53 anak usia pelajar yang masih teridentifikasi hidup dengan HIV. Angka 522 pelajar itu tidak sesuai data resmi.”

Lakhsmie Herawati Yuwantina, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV. Mengetahui status sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga. HIV dapat dikendalikan dengan pengobatan yang diminum secara teratur.”

dr. Andi Saguni, MA, Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Diduga Penyelewengan Dana Kelurahan, DPD MPR Tebing Tinggi R...

Laporan dugaan intervensi serta penyelewengan anggaran program Pelatihan Keterampilan Warga yang tidak sesuai RAB kini telah berada di meja penyidik Korps Adhyaksa.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

#2

#3

Diduga Penyelewengan Dana Kelurahan, DPD MPR Tebing Tinggi R...

Laporan dugaan intervensi serta penyelewengan anggaran program Pelatihan Keterampilan Warga yang tidak sesuai RAB kini telah berada di meja penyidik Korps Adhyaksa.

#4

Taggar Trending