Kejar Target Sebelum 2029, Menkes Dorong Produksi 15 Antigen Vaksin Mandiri di Dalam Negeri

Saat ini Indonesia baru mampu memproduksi empat antigen secara mandiri dan masih bergantung pada bahan baku impor. Menkes meminta akselerasi riset dan penguasaan teknologi mRNA.

- Advertisement -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memasang target ambisius bagi sektor kesehatan nasional. Indonesia ditargetkan sudah mampu memproduksi secara mandiri 15 antigen vaksin sebelum tahun 2029, sejalan dengan tenggat waktu sebelum masa jabatan Presiden berakhir.

Budi memaparkan bahwa saat ini Indonesia secara aktif menggunakan 15 antigen atau bibit virus yang diolah menjadi 13 jenis vaksin untuk kebutuhan domestik. Namun, dari belasan antigen tersebut, baru empat di antaranya yang benar-benar bisa diproduksi secara mandiri di dalam negeri.

Kondisi industri vaksin nasional saat ini dinilai masih belum sepenuhnya mandiri. Menkes mengungkapkan bahwa selama ini sebagian besar proses produksi vaksin di Indonesia masih sebatas tahap “perakitan”. Bahan baku utama berupa antigen masih harus diimpor dari luar negeri, dengan mayoritas pasokan berasal dari China dan India. Sesampainya di Tanah Air, bahan baku tersebut hanya melewati proses pengemasan (packaging) menjadi produk jadi.

Untuk memutus rantai ketergantungan ini, Indonesia mutlak perlu meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan (Research and Development). Tujuannya agar siklus produksi vaksin, mulai dari hulu (pembuatan antigen) hingga hilir (produk jadi), dapat sepenuhnya dieksekusi di dalam negeri.

Selain kemandirian bahan baku, Indonesia juga dituntut untuk segera menguasai teknologi pengembangan vaksin mutakhir. Dua teknologi krusial yang saat ini belum dikuasai secara penuh oleh ilmuwan dalam negeri adalah teknologi viral vector dan mRNA.

Budi Gunadi Sadikin menantang para peneliti untuk bekerja lebih cepat dan efisien. Ia merujuk pada keberhasilan pengembangan vaksin Covid-19 dunia yang hanya memakan waktu belasan bulan, jauh lebih cepat dari siklus tradisional yang bisa memakan waktu hingga satu dekade.

Demi merealisasikan target kemandirian tersebut, Menkes telah meminta dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta berbagai mitra lintas sektor guna mempercepat proses transfer teknologi.

- Advertisement -

Budi menekankan agar hasil riset dari para ilmuwan tidak hanya berujung menjadi tumpukan jurnal atau publikasi ilmiah semata, melainkan harus dihilirisasi menjadi produk nyata yang memberikan manfaat perlindungan kesehatan bagi masyarakat luas. Ia berharap sebelum 2030, seluruh 15 antigen yang dibutuhkan sudah diproduksi di Tanah Air dan mengantongi izin edar resmi.

“Kita bakal pensiun tahun 2031. Bisakah kita membuatnya lebih cepat? Covid-19, kita bisa melakukannya dalam 18 bulan sampai 20 bulan. Kenapa saya selalu menerima jawaban butuh 5-10 tahun?” — Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Lepas Dua Duta Terbaik ke Seleksi MTQ Provinsi, Sekdako Tebi...

Kota Tebing Tinggi mengirimkan perwakilan cabang Tahfizh Alquran 30 Juz dan Tilawah Remaja Putri. Keberangkatan kafilah difasilitasi penuh menuju lokasi seleksi di Deli Serdang.

Walikota Tidak Anti-Kritik, Ajak Cipayung Plus Diskusi Santa...

Pemerintah tidak anti-kritik. Kami justru sangat berharap adik-adik mahasiswa memberikan saran dan kritik yang membangun demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Lepas Dua Duta Terbaik ke Seleksi MTQ Provinsi, Sekdako Tebi...

Kota Tebing Tinggi mengirimkan perwakilan cabang Tahfizh Alquran 30 Juz dan Tilawah Remaja Putri. Keberangkatan kafilah difasilitasi penuh menuju lokasi seleksi di Deli Serdang.

#2

#3

Walikota Tidak Anti-Kritik, Ajak Cipayung Plus Diskusi Santa...

Pemerintah tidak anti-kritik. Kami justru sangat berharap adik-adik mahasiswa memberikan saran dan kritik yang membangun demi kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi

#4

Taggar Trending