Momen libur panjang berujung pada meningkatnya volume kendaraan yang melintasi Kota Pematangsiantar. Imbasnya, puluhan truk tonase besar dan bus angkutan umum harus rela mengantre hingga ratusan meter di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak Senin (1/6/2026) dini hari akibat kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi.
Pemandangan kemacetan dan antrean mengular tampak jelas di beberapa titik vital, mulai dari SPBU Jalan Medan KM 4,5, SPBU Jalan Ahmad Yani, SPBU Jalan Medan KM 1,5, hingga SPBU Jalan Melanthon Siregar. Bahkan, beberapa kendaraan terpaksa memakan sebagian bahu jalan demi memastikan mendapat giliran pertama saat pasokan bahan bakar tiba.
Sopir bus antarkota, Bayu, mengaku telah memarkirkan armadanya sejak waktu subuh demi mendapatkan solar. Nasib yang lebih melelahkan dialami oleh Agung, pengemudi truk ekspedisi yang terpaksa bermalam di area SPBU sejak Minggu (31/5/2026) malam lantaran tangki kendaraannya benar-benar kosong.
Bukan Imbas Kelangkaan BBM
Merespons situasi yang memicu kepanikan di jalanan tersebut, pihak SPBU langsung meluruskan bahwa antrean panjang ini bukanlah indikasi kelangkaan pasokan dari Pertamina. Kekosongan stok murni disebabkan oleh lonjakan permintaan yang ekstrem selama libur panjang akhir pekan (long weekend).
Sebagai jalur perlintasan strategis antarkabupaten, Pematangsiantar menjadi titik transit utama bagi kendaraan dan bus dari luar daerah. Hal ini menyebabkan kuota harian solar subsidi di sejumlah SPBU tersedot jauh lebih cepat dari hari-hari biasa.
Petugas SPBU, Andri, mengimbau masyarakat dan para sopir untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying).
“Ini bukan karena solar langka. Stok yang ada habis karena permintaan meningkat tajam selama libur panjang. Pasokan tetap masuk seperti biasa dan truk tangki saat ini masih dalam perjalanan. Kami harap masyarakat bersabar,” tegas Andri.
Distribusi BBM diproyeksikan akan segera kembali normal dan mengurai kemacetan seiring dengan usainya periode libur panjang pekan ini.


