Menelusuri Jejak Pematangsiantar: Dari Pusat Kerajaan Hingga Kota Transit Bersejarah

Mengulik sejarah, keunikan becak BSA, hingga potensi ekonomi Pematangsiantar yang kini dikelola di bawah pemerintahan baru Wesly Silalahi dan Herlina.

- Advertisement -

Bagi masyarakat Sumatera Utara maupun wisatawan yang hendak menuju Danau Toba, Kota Pematangsiantar adalah wilayah yang tak asing lagi. Berjarak sekitar 128 km dari Kota Medan, kota yang merupakan wilayah enklave (dikelilingi) oleh Kabupaten Simalungun ini memiliki posisi strategis di Jalur Lintas Sumatera.

Namun, Pematangsiantar lebih dari sekadar titik perlintasan. Kota dengan luas 79,97 km² ini menyimpan jejak sejarah yang panjang. Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, wilayah ini merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Siantar—salah satu dari tujuh kerajaan di Simalungun—yang berpusat di Pulau Holing. Raja terakhir dari dinasti Damanik ini adalah Tuan Sang Naualuh Damanik, yang memerintah sejak 1889 hingga 1904.

Transformasi wilayah mulai terjadi ketika Belanda masuk dan menjadikan Pematangsiantar sebagai daerah Kontroleur pada 1907. Perkembangan pesat memicu kedatangan banyak pendatang, hingga akhirnya pada 1 Juli 1917, Pematangsiantar resmi berstatus Gemeente (daerah dengan otonomi sendiri).

Kota Identitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Seiring berjalannya waktu, Pematangsiantar terus berkembang menjadi pusat industri dan perdagangan. Berdasarkan data ekonomi kota, sektor industri besar dan sedang menjadi tulang punggung utama, disusul oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang hidup subur berkat statusnya sebagai kota penunjang pariwisata.

Pematangsiantar juga dikenal luas karena mempertahankan warisan masa lalu yang kini menjadi ikon kota: armada becak bermotor menggunakan motor besar The Birmingham Small Arms Company (BSA) 500cc buatan Inggris. Selain itu, kota kelahiran Wakil Presiden RI ke-3, Adam Malik, ini pernah mencatatkan prestasi tata kota di tingkat nasional dengan meraih Piala Adipura (1993) dan Piala Wahana Tata Nugraha (1996).

Estafet Kepemimpinan Baru

Secara administratif, kota yang memegang semboyan “Sapangambei Manoktok Hitei” (saling bergotong-royong demi mencapai tujuan mulia) ini kini terbagi ke dalam delapan kecamatan dan 53 kelurahan setelah mengalami beberapa kali pemekaran sejak 1986.

Kini, estafet pemerintahan Kota Pematangsiantar dilanjutkan oleh pasangan Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., dan Herlina. Keduanya resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota ke-20 sejak Februari 2025.

- Advertisement -

Wesly yang menamatkan pendidikan ilmu hukum dari Universitas Indonesia, bersama Herlina yang sebelumnya aktif di organisasi kemasyarakatan dan UMKM, kini memegang mandat administratif untuk menjalankan roda birokrasi, mengatur tata kota, serta mengelola potensi ekonomi bagi lebih dari 268 ribu jiwa penduduk Pematangsiantar.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Dalih “Cuma Senggolan” Tak Mempan, Istri Sah Polisikan Oknum Kepala SPPG Viral...

Video viral oknum Kepala SPPG yang kepergok bersama wanita lain di parkiran KTV Medan berbuntut panjang. Istri sah resmi membuat laporan ke Polda Sumut.

Polsek Kualuh Leidong Gerebek Sarang Narkoba di Simandulang, Pemilik Rumah Diamankan Beser...

Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.

Klarifikasi Resmi Dinas Pendidikan: Pergantian Kepala Sekolah di Tebing Tinggi Sesuai Regu...

Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa proses pergantian maupun penugasan kepala sekolah di lingkungan satuan pendidikan telah berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dugaan Pelanggaran Etika, DPD MPR Desak KPPG Sumut Copot Kepala SPPG Lubuk Baru 1 Tebing T...

DPD Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Tebing Tinggi mendesak KPPG Sumut segera copot Kepala SPPG Lubuk Baru 1 terkait dugaan pelanggaran etika dan moral.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Dalih “Cuma Senggolan” Tak Mempan, Istri Sah Pol...

Video viral oknum Kepala SPPG yang kepergok bersama wanita lain di parkiran KTV Medan berbuntut panjang. Istri sah resmi membuat laporan ke Polda Sumut.

#2

#3

Polsek Kualuh Leidong Gerebek Sarang Narkoba di Simandulang,...

Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.Tim Opsnal Polsek Kualuh Leidong menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sarang peredaran sabu di Dusun Simandulang. Pemilik rumah dan barang bukti 2,11 gram sabu diamankan.

#4