BerandaBerita UtamaNasionalKebutuhan Hewan Kurban 2026 Naik 3,82 Persen, Kementan Jamin Stok Aman

Kebutuhan Hewan Kurban 2026 Naik 3,82 Persen, Kementan Jamin Stok Aman

Kementan proyeksikan kebutuhan hewan kurban 2026 naik 3,82% menjadi 2,3 juta ekor. Pemerintah jamin stok nasional aman dan distribusi merata.

- Advertisement -

Antusiasme masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah kurban pada Iduladha 2026 diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat adanya kenaikan kebutuhan hewan kurban yang cukup kontras dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut mencapai 3,82 persen secara nasional, yang berarti ada tambahan sekitar 86.727 ekor ternak yang harus disiapkan untuk memenuhi permintaan pasar di seluruh pelosok negeri.

Proyeksi 2,3 Juta Ekor dan Jaminan Stok

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa total proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan menyentuh angka 2.355.470 ekor. Meski angka ini tergolong besar, Agung menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan.

“Kebutuhan hewan kurban tahun 2026 meningkat sekitar 3,82 persen dibandingkan tahun 2025. Pemerintah memastikan peningkatan tersebut masih dapat dipenuhi dari stok ternak nasional yang tersedia,” ujar Agung dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Strategi utama pemerintah saat ini adalah mengatur alur distribusi secara presisi. Ternak-ternak dari daerah yang mengalami surplus akan segera dialirkan ke daerah yang masih kekurangan pasokan. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas harga agar tidak meroket tajam menjelang hari raya.

Vaksinasi dan Pengawasan Ketat Lalu Lintas Ternak

Menjelang Iduladha, mobilitas atau lalu lintas hewan ternak antarwilayah biasanya meningkat drastis. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah guna mencegah penyebaran penyakit menular strategis.

Agung menjelaskan bahwa hewan kurban sejatinya adalah “tabungan” para peternak lokal yang harus dijaga kualitasnya. Oleh karena itu, program vaksinasi dan pengawasan kesehatan terus diperkuat di berbagai titik cek poin.

“Kesehatannya kita jaga melalui program vaksinasi dan pengawasan, mengingat menjelang Iduladha lalu lintas ternak cukup tinggi,” imbuhnya.

- Advertisement -

Waspada Zoonosis: Dari PMK hingga Antraks

Pemerintah tidak main-main dalam urusan keamanan pangan. Ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan dikerahkan ke lapangan untuk memantau potensi penyebaran penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga Antraks yang bersifat zoonosis (dapat menular ke manusia).

Seluruh proses pengawasan ini kini telah terintegrasi menggunakan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terintegrasi (iSKHNAS). Dengan sistem ini, setiap pergerakan hewan yang terindikasi sakit dapat dideteksi secara cepat, sehingga masyarakat bisa melaksanakan ibadah kurban dengan rasa aman dan nyaman.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Trending

Taggar Trending