120 Penyuluh Agama di Langkat Digembleng MUI Sumut Jadi Agen Islam Wasathiyah

Berperan sebagai ujung tombak dakwah, penyuluh agama diharapkan mampu menyebarkan pesan moderasi beragama yang menyejukkan dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.

- Advertisement -

TEBING TINGGI, Dalam upaya memperkuat kerukunan dan harmoni sosial, Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama (KAUB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Sosialisasi Islam Wasathiyah di Kabupaten Langkat. Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama setempat ini diikuti oleh 120 penyuluh agama.

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, yang membuka acara tersebut secara resmi, sangat menekankan pentingnya sinergi antara MUI dan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kerukunan umat.

Penyuluh Agama Sebagai Ujung Tombak

Dalam arahannya, Maratua menjelaskan alasan utama mengapa penyuluh agama menjadi sasaran utama dalam sosialisasi ini. Menurutnya, mereka adalah ujung tombak dakwah yang setiap hari berhadapan langsung dan berinteraksi dengan masyarakat akar rumput.

Tanpa pemahaman yang kuat dan komprehensif tentang Islam Wasathiyah, pesan moderasi beragama sangat rentan terdistorsi saat disampaikan kepada umat.

Oleh karena itu, penguatan konsep Islam Wasathiyah menjadi krusial. Konsep ini menitikberatkan pada empat pilar utama dalam kehidupan berbangsa, yaitu:

  • Moderat (tidak ekstrem kanan maupun kiri).
  • Adil (menempatkan segala sesuatu pada porsinya).
  • Seimbang (harmoni antara urusan dunia dan akhirat).
  • Toleran (menghargai perbedaan di tengah masyarakat majemuk).

“Kolaborasi antara MUI dan Kementerian Agama dalam sosialisasi Islam Wasathiyah sangat penting untuk memperoleh hasil yang maksimal. Penyuluh Agama Islam merupakan ujung tombak di lapangan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Maratua.

Diskusi Interaktif dan Solusi Tantangan Dakwah

Sosialisasi ini tidak hanya berjalan satu arah. Para peserta diajak terlibat aktif dalam sesi diskusi interaktif dan saling bertukar pengalaman mengenai tantangan nyata yang mereka hadapi saat berdakwah di lapangan.

- Advertisement -

Pihak Kementerian Agama Kabupaten Langkat menyambut sangat baik inisiatif sinergi ini. Ke depannya, para penyuluh diharapkan memiliki kapasitas yang lebih matang dalam meramu pesan keagamaan yang menyejukkan, sekaligus mampu hadir sebagai pemberi solusi atas berbagai tantangan sosial keagamaan di wilayah Langkat yang multikultural.

Melalui kegiatan pembekalan ini, MUI Sumut menargetkan nilai-nilai luhur Islam Wasathiyah dapat semakin mengakar kuat. Para penyuluh agama kini mengemban misi besar sebagai agen moderasi beragama dan penjaga gawang harmoni sosial, tidak hanya untuk wilayah Kabupaten Langkat, tetapi juga berimbas positif bagi seluruh wilayah Sumatera Utara.

“Kolaborasi antara MUI dan Kementerian Agama dalam sosialisasi Islam Wasathiyah sangat penting. Penyuluh Agama Islam merupakan ujung tombak di lapangan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.” — Dr. H. Maratua Simanjuntak, Ketua Umum MUI Sumatera Utara.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Sidak Pasar Jelang Idul Adha 1447 H: Satgas Pangan Kota Tebi...

Melalui operasi gabungan TNI, Polri, dan OPD terkait, tim Satgas memantau langsung titik-titik vital rantai distribusi pangan, mulai dari pasar tradisional hingga gudang distributor, untuk mencegah penimbunan dan lonjakan harga liar.

Evaluasi Kritis Germas 2026: Sekdako Tebing Tinggi Instruksi...

Menghadapi beban ganda peningkatan penyakit menular dan tidak menular, Pemerintah Kota Tebing Tinggi merapatkan barisan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut menjadi pelopor gaya hidup sehat sebelum mengedukasi masyarakat luas.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Sidak Pasar Jelang Idul Adha 1447 H: Satgas Pangan Kota Tebi...

Melalui operasi gabungan TNI, Polri, dan OPD terkait, tim Satgas memantau langsung titik-titik vital rantai distribusi pangan, mulai dari pasar tradisional hingga gudang distributor, untuk mencegah penimbunan dan lonjakan harga liar.

#2

Evaluasi Kritis Germas 2026: Sekdako Tebing Tinggi Instruksi...

Menghadapi beban ganda peningkatan penyakit menular dan tidak menular, Pemerintah Kota Tebing Tinggi merapatkan barisan. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut menjadi pelopor gaya hidup sehat sebelum mengedukasi masyarakat luas.

#3

#4

Taggar Trending