Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah area sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Porsea, Kabupaten Toba, Jumat (10/7/2026). Warga dan pengendara dari berbagai daerah memilih datang lebih awal untuk mendapatkan bahan bakar di tengah kekhawatiran stok solar dan pertalite menipis.
Sejak pagi hari, puluhan kendaraan roda empat maupun roda dua sudah terlihat mengantre sebelum SPBU mulai beroperasi. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan cukup parah.
Sejumlah pengendara bahkan rela menunggu berjam-jam demi memastikan kendaraan mereka dapat mengisi bahan bakar. Antrean kendaraan roda empat dilaporkan membentang hingga sekitar satu kilometer pada puncak kepadatan.
Roi, seorang sopir truk yang sedang melakukan perjalanan dari Medan menuju Sibolga, mengaku harus ikut mengantre untuk mendapatkan solar sebelum melanjutkan pekerjaannya mengantar barang.
Menurutnya, waktu tunggu yang dialami masih tergolong lebih singkat dibandingkan pengendara lain yang berada di posisi belakang antrean.
“Cukup panjang juga tadi antreannya. Bisa jadi teman yang di belakang dua sampai tiga jam baru dapat mengisi bahan bakar. Beruntung saya di urutan seratus, jadi cepat mengisi,” kata Roi.
Di sisi lain, kondisi antrean kendaraan roda empat turut menimbulkan keluhan dari pengguna sepeda motor. Nadia, salah seorang pengendara, mengaku kesulitan memasuki area SPBU karena jalur masuk dipenuhi kendaraan yang mengantre rapat.
Ia berharap pengendara dapat lebih tertib dalam mengatur posisi antrean sehingga tidak menghambat akses kendaraan lain yang juga membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.
Menurut Nadia, pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU juga diperlukan agar antrean tidak semakin memperparah kemacetan.
Situasi tersebut akhirnya mendapat perhatian aparat kepolisian. Kapolsek Porsea, Iptu Rollys Marpaung, mengatakan kepadatan lalu lintas terjadi sejak pagi dan sempat menyebabkan kemacetan total di sekitar lokasi.
Berdasarkan pemantauan kepolisian, antrean kendaraan roda empat mencapai sekitar satu kilometer dan berlangsung selama beberapa jam sebelum kondisi berangsur normal.
Petugas kemudian melakukan pengaturan lalu lintas dan penertiban antrean kendaraan untuk mengurai kepadatan yang terjadi di sekitar SPBU.
“Antrean kendaraan roda empat mencapai sekitar satu kilometer. Setelah dilakukan pengaturan lalu lintas, kondisi perlahan mulai kembali normal,” ujar Rollys.
Hingga siang hari, antrean kendaraan mulai berkurang dan arus lalu lintas kembali bergerak lebih lancar. Namun fenomena ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pasokan bahan bakar, terutama bagi pengendara yang mengandalkan kendaraan untuk aktivitas kerja dan distribusi barang.


