PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali unjuk gigi di sektor energi. Perusahaan pelat merah ini sukses mengebor sumur baru Pungut PT-069 di Kabupaten Bengkalis dengan hasil yang memuaskan.
Sumur yang masuk dalam program optimalisasi lapangan tua ini terbukti masih gacor. Pengeboran sukses menembus lapisan target dan langsung memancarkan minyak mentah dengan laju alir hingga 903 barel per hari (BOPD).
Angka produksi awal ini jelas jauh melampaui ekspektasi teknis. Pencapaian ini sekaligus jadi bukti nyata bahwa lapangan minyak yang sudah dikeruk puluhan tahun pun masih menyimpan potensi raksasa jika dievaluasi dengan teknologi yang tepat.
Pengeboran Irit Biaya dan Waktu
Bukan cuma soal volume minyak yang melimpah, efisiensi kerja tim PHR di lapangan juga patut diacungi jempol. Mereka berhasil merampungkan proyek pengeboran ini lebih cepat dari jadwal yang dipatok sebelumnya.
Efek domino dari kecepatan kerja ini bikin biaya operasional jadi dipangkas habis-habisan. Langkah penghematan ini sangat krusial di tengah tren efisiensi yang ketat pada industri hulu migas global saat ini.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, langsung memberikan apresiasi atas kinerja cemerlang tersebut. Ia menilai pengelolaan ladang tua memang butuh strategi yang jitu dan eksekusi tanpa kompromi.
“Ini membuktikan bahwa pengelolaan lapangan tua masih bisa memberikan hasil optimal jika didukung perencanaan yang baik dan eksekusi yang disiplin,” tegas Djoko dalam rilis resminya.
Suntikan Tenaga Buat Ekonomi Daerah
Keberhasilan ladang Pungut ini ibarat suntikan tenaga baru buat target produksi minyak nasional yang terus digenjot pemerintah. Wilayah Kerja (WK) Rokan memang masih jadi tulang punggung sekaligus lumbung energi utama Indonesia.
Dampak positifnya juga ikut dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Aktivitas pengeboran di Bengkalis ini sukses memutar roda ekonomi daerah, mulai dari menghidupkan sektor jasa penunjang hingga membuka lapangan kerja bagi warga lokal.
Ke depan, PHR nggak mau cepat puas. Berbekal data dari kesuksesan sumur PT-069, mereka bakal terus ngegas program pengeboran sumur baru dan perbaikan sumur lama (workover) demi mengamankan kestabilan produksi cadangan minyak di cekungan Sumatera Tengah.


