Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) yang mengancam wilayah utara ibu kota. Masyarakat pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra pada periode 1 hingga 8 Mei 2026.
Berdasarkan informasi resmi yang diunggah melalui akun Instagram BPBD DKI Jakarta (@bpbddkijakarta) pada Sabtu (2/5/2026), potensi banjir musiman ini dipicu oleh kondisi alam yang bertepatan. Adanya fenomena pasang maksimum air laut yang terjadi bersamaan dengan fase bulan baru dan perigee menjadi penyebab utamanya.
“Berdasarkan informasi BMKG, fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di wilayah pesisir utara Jakarta,” tulis keterangan resmi BPBD.
Titik Rawan dan Waktu Puncak
Warga diminta untuk sangat waspada pada malam hingga dini hari, lantaran puncak pasang maksimum diprediksi akan terjadi antara pukul 20.00 hingga 01.00 WIB.
Sebanyak 12 titik wilayah telah dipetakan masuk dalam zona rawan terdampak banjir rob, meliputi:
- Kamal Muara
- Kapuk Muara
- Penjaringan
- Pluit
- Ancol
- Kamal
- Marunda
- Cilincing
- Kalibaru
- Muara Angke
- Tanjung Priok
- Kepulauan Seribu
Langkah Antisipasi dan Kanal Darurat
Menyikapi peringatan ini, BPBD DKI mengimbau warga pesisir untuk menghindari aktivitas luar ruang yang berisiko saat pasang tinggi dan memastikan sistem drainase di sekitar rumah berfungsi optimal guna mencegah genangan parah.
Untuk memantau situasi terkini dan panduan kesiapsiagaan, warga bisa mengakses berbagai kanal resmi:
- Pantau Banjir Terkini: pantaubanjir.jakarta.go.id
- Info Gelombang Laut: bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut
- Laporan Warga: Aplikasi JAKI (Jakarta Kini)
- Kanal Darurat: Hubungi layanan cepat tanggap Jakarta Siaga di nomor 112.




