Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang memporak-porandakan kawasan Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Amukan alam yang terjadi pada Jumat (1/5/2026) tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan milik warga mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengonfirmasi dampak dari insiden tersebut.
“Hujan dengan intensitas deras yang disertai angin kencang mengakibatkan tiga unit rumah mengalami kerusakan,” terang Adam saat memberikan keterangannya pada Sabtu (2/5/2026).
Atap Rumah Berterbangan
Lebih lanjut, Adam menjelaskan bahwa kerusakan terfokus pada bagian atap rumah warga yang tak kuasa menahan hembusan angin kencang hingga akhirnya terbawa terbang dan roboh. Ketiga rumah yang terdampak tersebut tersebar di dua perkampungan yang berbeda.
“Di Kampung Bubulak, tercatat satu unit rumah mengalami rusak sedang yang dihuni oleh tujuh jiwa. Sementara di Kampung Bojong Kulur, terdapat dua unit rumah yang mengalami rusak ringan dan berisi tiga jiwa,” rincinya.
Tujuh Warga Terpaksa Mengungsi
Kabar baiknya, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa menegangkan tersebut. Meski demikian, kondisi rumah yang rusak memaksa sejumlah warga untuk mencari tempat perlindungan sementara.
“Untuk korban di Kampung Bubulak, sebanyak tujuh jiwa kini telah mengungsi ke mes tempat mereka bekerja yang masih berada di alamat yang sama,” jelas Adam.
Hingga berita ini diturunkan, ketiga rumah yang atapnya rusak diterjang angin tersebut masih belum mendapatkan perbaikan. Penanganan lebih lanjut dari instansi pemerintahan terkait sangat dibutuhkan agar warga bisa kembali menempati hunian mereka dengan aman.
“Seluruh rumah yang terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap, sehingga butuh penanganan lanjut dari pihak terkait,” tutupnya.




