Awan mendung tengah menyelimuti dunia bulu tangkis Tanah Air. Pemain tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, secara mengejutkan mengumumkan keputusannya untuk mundur dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Keputusan berat dan emosional ini telah disampaikan langsung oleh pebulu tangkis yang akrab disapa Jorji tersebut kepada jajaran pelatih serta pengurus teras PBSI. Alasan utama di balik pengunduran dirinya adalah gangguan kesehatan serius yang telah menggerogoti fisiknya selama beberapa bulan terakhir.
Teror Vertigo Ekstrem yang Menyiksa
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gregoria terpaksa harus menepi dari berbagai turnamen internasional elit lantaran mengalami serangan vertigo parah yang terus berulang sejak Maret 2026 lalu. Gangguan kesehatan ini tidak hanya menghentikan langkahnya di atas lapangan, tetapi juga sangat menyiksa aktivitas normalnya sehari-hari.
Gregoria membeberkan betapa mengerikannya kondisi yang harus ia hadapi ketika serangan tersebut datang tanpa aba-aba.
“Setiap serangan berlangsung hingga lima jam dengan muntah dan kehilangan keseimbangan. Kondisinya datang tiba-tiba dan sulit diprediksi,” ungkap Gregoria menceritakan perjuangannya melawan penyakit tersebut.
Rasa trauma dan kondisi fisik yang belum sepenuhnya stabil inilah yang pada akhirnya menggerus mental bertanding sang atlet.
PBSI Hormati Keputusan Sang Atlet
Menanggapi keputusan tersebut, PP PBSI mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pihaknya sangat menghormati dan memaklumi langkah yang diambil oleh Gregoria. Federasi bulu tangkis nasional itu menyadari bahwa memaksakan sang atlet untuk terus berada di Pelatnas dalam kondisi kesehatan yang rawan bukanlah sebuah pilihan yang bijak.
“Kondisi kesehatan Gregoria masih dalam proses pemulihan dari vertigo. Ia belum memiliki kepercayaan diri kembali bertanding,” tulis keterangan resmi PBSI yang diterima di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Pihak PBSI juga menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah pemulihan total bagi Gregoria, bukan soal tenggat waktu kapan ia harus kembali mengayunkan raket.
Banjir Apresiasi Atas Dedikasi untuk Merah Putih
Sebelum resmi melangkah keluar dari gerbang Cipayung, Gregoria menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh pengurus, pelatih, serta staf PBSI yang telah menjadi keluarga keduanya selama bertahun-tahun. Ia mengaku bangga dan mendapatkan banyak pelajaran berharga selama mengenakan seragam Merah Putih di kancah internasional.
Dedikasi luar biasa Gregoria pun mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI, Eng Hian. Sang pelatih menilai bahwa jejak rekam Gregoria telah memberikan kontribusi masif bagi kebangkitan sektor tunggal putri nasional.
“Gregoria memberikan banyak kebanggaan bagi Indonesia di level internasional. Semangat juangnya menjadi inspirasi atlet muda Indonesia,” puji Eng Hian.
Sebagai penutup, segenap jajaran PBSI turut mendoakan agar proses pemulihan kesehatan Gregoria berjalan lancar dan sukses menjalani babak baru kehidupannya di luar lapangan bulu tangkis. Terima kasih atas segala keringat dan perjuanganmu untuk Indonesia, Gregoria!


