Isu perombakan Kabinet Merah Putih di bawah komando Presiden Prabowo Subianto kembali memanas. Kali ini, nama Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, santer dikabarkan segera masuk ke dalam lingkaran pemerintahan.
Sinyal kuat ini datang langsung dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. Ia membenarkan bahwa pihak Istana sedang mematangkan rencana bergabungnya tokoh perburuhan tersebut untuk membantu jalannya roda pemerintahan.
Said Iqbal sendiri masih irit bicara soal kursi spesifik yang bakal ia tempati. Ia hanya membocorkan bahwa tugas barunya nanti tidak akan jauh dari urusan ketenagakerjaan dan perjuangan hak-hak kelas pekerja.
Andi Gani Tolak Tawaran Istana
Di tengah kabar persiapan Said Iqbal masuk kabinet, tokoh buruh senior lainnya, Andi Gani, justru mengambil langkah yang bertolak belakang. Ia terang-terangan menolak tawaran jabatan setingkat menteri sebagai Kepala Dewan Kesejahteraan Buruh.
Penolakan ini bukan hal baru baginya. Andi mengaku sudah mendapat tawaran posisi bergengsi serupa sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo, dan ia tetap memilih konsisten berada di luar sistem.
Keputusan tegas ini diambil murni demi menjaga fungsi kontrol atau check and balances terhadap setiap kebijakan pemerintah. Lewat status barisan luar kabinet, Andi merasa punya ruang gerak yang jauh lebih leluasa untuk melontarkan kritik keras jika ada regulasi yang dianggap merugikan nasib para buruh.
Meski memilih jalan yang berbeda, Andi memastikan hubungannya dengan Presiden Prabowo tetap sangat baik dan hangat. Buktinya, ia masih rutin mendampingi sang presiden di berbagai acara besar perburuhan, seperti peringatan May Day hingga peresmian Museum Marsinah.
Dukung Penuh Rekan Sepaham
Sikap penolakan Andi sama sekali tidak berarti ia memusuhi rekan-rekan seperjuangannya yang memilih merapat ke ring satu Istana. Ia justru mendukung dan mendoakan agar langkah Said Iqbal bisa membawa dampak positif dari dalam sistem.
“Saya lebih memilih jalan perjuangan sebagai Pemimpin Buruh. Saya mendoakan teman-teman buruh yang masuk di dalam pemerintahan untuk tetap memperjuangkan hak-hak buruh,” ungkap Andi Gani di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Tren masuknya pentolan serikat pekerja ke lingkar kekuasaan memang makin nyata di era Kabinet Merah Putih. Sebelum wacana Said Iqbal mencuat, tokoh buruh Jumhur Hidayat sudah lebih dulu dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Manuver perombakan ini menjadi bukti bahwa suara dan perwakilan kelas pekerja kini makin diperhitungkan dalam meja pengambilan keputusan skala nasional.
“Saya lebih memilih jalan perjuangan sebagai Pemimpin Buruh. Saya mendoakan teman-teman di pemerintahan tetap memperjuangkan hak buruh,” kata Andi Gani.


