KAI Tutup 116 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi, Tekan Angka Kecelakaan Kereta Api

Realisasi penutupan perlintasan telah mencapai 67 persen dari target. KAI mencatat ribuan kecelakaan fatal terjadi akibat pengendara yang nekat menerobos sejak 2023.

- Advertisement -

TEBING TINGGI, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengambil langkah tegas demi menjamin keselamatan operasional perjalanan kereta api dan para pengguna jalan raya. Badan usaha milik negara ini resmi menutup 116 titik perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi terhadap ancaman kecelakaan lalu lintas.

Langkah strategis keselamatan ini merupakan bagian krusial dari target utama perusahaan untuk menutup total 172 perlintasan prioritas di seluruh Indonesia. Berdasarkan rilis manajemen KAI pada Rabu (3/6/2026), realisasi penutupan akses jalan kereta tersebut kini telah menyentuh angka 67 persen dari target awal. Sementara itu, 56 titik sisanya masih dalam tahap proses penyelesaian dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.

Evaluasi Risiko dan Kolaborasi Lintas Sektoral

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk penanganan komprehensif terhadap 1.810 perlintasan kereta tidak terjaga yang tersebar secara nasional. Dari jumlah tersebut, 1.638 titik telah dipetakan sebagai prioritas peningkatan keselamatan.

“Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Semakin banyak perlintasan berisiko yang berhasil ditutup, semakin besar peluang kita menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi masyarakat dan operasional kereta api,” terang Anne.

Lebih lanjut, Anne menekankan bahwa keberhasilan penutupan jalan kereta api ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi kuat lintas instansi. Ia juga meminta pengertian penuh dari masyarakat setempat, mengingat setiap perlintasan memiliki karakteristik lingkungan dan kultur sosial yang membutuhkan pendekatan penanganan berbeda.

Catatan Kelam Kecelakaan Perlintasan

Urgensi penutupan perlintasan sebidang ini sangat beralasan dan mendesak. Data KAI mencatat rekor kelam, di mana telah terjadi 1.074 kecelakaan di perlintasan sebidang dalam kurun waktu sejak 2023 hingga 24 Mei 2026.

Insiden-insiden maut tersebut mengakibatkan 964 korban, dengan rincian 370 orang di antaranya meninggal dunia, 247 orang mengalami luka berat, dan 347 orang luka ringan. Ironisnya, sekitar 88 persen dari total kecelakaan tersebut murni dipicu oleh perilaku tidak disiplin pengendara yang nekat menerobos palang atau rel saat kereta api hendak melintas.

- Advertisement -

Menanggapi fenomena tersebut, Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan pentingnya langkah mitigasi dan pencegahan dini. Ia pun mengimbau dengan keras agar warga tidak membongkar atau membuka kembali akses perlintasan yang sudah ditutup permanen secara mandiri.

“Ketika sebuah perlintasan berisiko berhasil ditutup, yang sesungguhnya sedang dilakukan adalah mengurangi peluang terjadinya kecelakaan. Keselamatan selalu dimulai dari langkah pencegahan. Karena itu, dukungan masyarakat sangat penting agar perlintasan yang telah ditutup tidak dibuka kembali secara mandiri dan manfaat keselamatannya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tegas Wisnu.

KAI berkomitmen akan terus mengebut percepatan penyelesaian sisa 56 titik perlintasan lainnya. Langkah nyata ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perjalanan transportasi perkeretaapian yang jauh lebih aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pihak.

Kutipan “Ketika sebuah perlintasan berisiko berhasil ditutup, yang sesungguhnya sedang dilakukan adalah mengurangi peluang terjadinya kecelakaan. Keselamatan selalu dimulai dari langkah pencegahan.” — Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

#2

#3

#4

Taggar Trending