TEBING TINGGI, Pemerintah Arab Saudi kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menyalurkan bantuan berupa 25.000 porsi makanan hangat bagi warga sipil di Jalur Gaza. Bantuan ini didistribusikan secara langsung melalui dapur pusat “Pusat Bantuan dan Penyelamatan Kemanusiaan Raja Salman” (KSrelief).
Berdasarkan laporan Kantor Berita Arab Saudi (SPA) pada Senin (1/6/2026), puluhan ribu paket makanan hangat tersebut disalurkan secara spesifik kepada kelompok-kelompok yang paling rentan di wilayah Gaza tengah dan selatan. Langkah ini merupakan bagian integral dari kampanye berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung dan meringankan penderitaan rakyat Palestina.
Korban Jiwa Terus Berjatuhan di Tengah Iduladha
Penyaluran bantuan ini dilakukan di tengah situasi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Warga sipil Gaza yang menjadi korban serangan zionis Israel terus berjatuhan, bahkan ketika umat muslim di wilayah tersebut tengah merayakan Hari Raya Iduladha pada pekan lalu.
Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) melaporkan bahwa sebanyak 26 warga Palestina tewas akibat serangkaian serangan Israel di Gaza sejak Selasa (26/5/2026), tepat sehari sebelum perayaan Iduladha.
Berdasarkan laporan yang dirilis pada Jumat (29/5/2026) yang dihimpun dari informasi para pemantau PBB di Wilayah Pendudukan Palestina (OPT), tercatat bahwa 12 dari warga tersebut tewas dalam tiga serangan udara yang terjadi secara beruntun pada tanggal 26 Mei.
Angka Kematian Nyaris 73 Ribu Jiwa
Tragedi kemanusiaan di Gaza telah mencapai skala yang sangat mengkhawatirkan. OHCHR mencatat bahwa pasukan Israel telah menewaskan 922 warga Palestina dalam berbagai serangan yang terjadi sejak pengumuman gencatan senjata pada bulan Oktober lalu.
Secara keseluruhan, menurut data dari otoritas setempat, jumlah korban tewas sejak eskalasi konflik yang bermula pada 7 Oktober 2023 kini telah mencapai angka hampir 73.000 jiwa.
Selain krisis nyawa, para penyelidik HAM internasional juga menyoroti pengumuman Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Kamis lalu. Netanyahu diketahui telah menginstruksikan pasukan militernya untuk memperluas jangkauan penempatan pasukan darat hingga mencakup 70 persen dari total wilayah Gaza.


