Melihat pertemuan antara Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, pada Senin (25/5/2026), membawa kita pada sebuah refleksi yang menyejukkan. Di tengah hiruk-pikuk diplomasi modern yang sering kali didominasi oleh hitung-hitungan ekonomi dan investasi, pertemuan ini hadir layaknya angin segar yang mengingatkan kita pada sisi humanis dari hubungan internasional.
Alih-alih berfokus pada ketegangan geopolitik, pertemuan ini menyuguhkan sebuah “diplomasi nostalgia” yang indah. Ada beberapa catatan menarik yang bisa kita petik dari keakraban kedua tokoh ini mengenai bagaimana persahabatan dua negara besar sejatinya dibangun.
1. Kekuatan Hubungan Personal dalam Diplomasi
Kisah tentang Presiden Soekarno yang memilihkan lokasi strategis untuk kediaman Dubes India di Jakarta, yang kemudian dibalas oleh PM Jawaharlal Nehru dengan mencarikan lokasi Kedubes RI di New Delhi agar berdekatan dengan rumahnya, adalah sebuah teladan manis.
Hal ini menunjukkan bahwa fondasi diplomasi Indonesia dan India pada awalnya dibangun di atas rasa saling menghargai dan persahabatan yang tulus secara personal. Ikatan hati antar-pemimpin negara di masa lalu nyatanya mampu menciptakan fondasi hubungan bilateral yang kokoh dan bertahan hingga lintas generasi.
2. Merawat Warisan Semangat Perdamaian
Momen ketika Megawati membagikan foto-foto lawasnya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok di Beograd pada tahun 1961 bukan sekadar kebanggaan masa lalu. Itu adalah warisan sejarah yang menceritakan kesamaan visi antara Indonesia dan India.
Kedua negara sejak awal kemerdekaannya telah sepakat untuk berjalan beriringan menggaungkan perdamaian dan kemandirian bangsa-bangsa di Asia-Afrika. Mengenang sejarah ini membantu menjaga semangat persaudaraan dan solidaritas antar-negara berkembang agar terus menyala di era modern.
3. Dialog Budaya sebagai Jembatan Persaudaraan
Pertukaran cinderamata di akhir pertemuan menjadi simbolisasi yang sangat elegan dari soft power diplomacy. Penyerahan miniatur Taj Mahal oleh Dubes India yang dibalas dengan miniatur kapal Phinisi serta kemeja tenun endek oleh Megawati adalah bentuk dialog budaya yang setara.
Ini adalah pesan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya terpaku pada urusan pemerintahan, tetapi juga pada apresiasi terhadap kekayaan seni, sejarah, dan budaya masing-masing bangsa.
Kesimpulan: Menjaga Api Persahabatan
Pada akhirnya, pertemuan ini adalah sebuah perayaan atas persahabatan panjang Indonesia dan India. Ke depan, tantangan global mungkin akan terus berubah, namun dengan merawat ingatan sejarah yang baik, kedua negara memiliki modal sosial yang kuat untuk terus melangkah bersama. Hubungan luar negeri yang sejati ternyata tidak melulu soal kepentingan, melainkan juga tentang bagaimana kita merawat ingatan bersama.
Kutipan Refleksi:
“Diplomasi yang abadi selalu memiliki tempat bagi kenangan, budaya, dan persahabatan yang tulus. Melalui sejarah Soekarno dan Nehru, kita belajar bahwa hubungan antarnegara akan jauh lebih bermakna ketika dibangun dengan hati.”


